Bagi yang menjalankan ibadah puasa di Ibu Kota RI, bila ingin mengejar bukber, simak "peta" prediksi dari Polda Metro Jaya ini.
Para pengguna kendaraan pribadi dan transportasi umum di Ibu Kota Jakarta perlu mencermati kemungkinan terjadinya perbedaan jam macet sehubungan dengan datangnya bulan Ramadan 2023.
Bila sebelumnya jam pulang kantor mulai pukul 17.00 WIB terjadi di saat-saat selain bulan puasa, situasi akan berbeda untuk paruh Maret ini hingga sebulan mendatang.
Dikutip dari kanal News Suara.com, Polda Metro Jaya memprediksi bahwa kemacetan di Jakarta saat awal Ramadan terjadi sekira pukul 15.00-16.00 WIB.
Kombes Pol Latif Usman, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya menyatakan bahwa pada awal Ramadan kemacetan di Jakarta akan terjadi di sore hari. Yaitu sekira pukul 15.00-16.00 WIB tadi. Alasannya, masyarakat yang menunaikan ibadah biasanya mengejar waktu berbuka puasa bersama keluarga.
Demikian pula bila ada acara bukber atau buka bersama dengan komunitas, relasi bisnis, dan seterusnya.
"Kemungkinan orang mengejar berbuka puasa, jam 3 jam 4 sore sudah mulai begitu," jelas dirlantas Polda Metro Jaya pada Rabu (22/3/2023).
Perubahan waktu kemacetan ini umumnya terjadi di awal bulan Ramadan. Situasi akan kembali normal setelah memasuki pekan kedua.
"Tapi awal-awal aja kayaknya. Setelah itu biasa kembali," lanjutnya.
Selain itu, perubahan waktu kemacetan juga diprediksi terjadi di pagi hari selama bulan Ramadan. Beberapa pekerja kantoran, biasanya akan berangkat lebih awal.
"Kalau pagi hari ada pengunduran jam kerja biasanya, nanti kami lihat regulasi dari masing-masing instansi bagaimana," tukas Kombes Pol Latif Usman.
Pihak Polda Metro Jaya telah menyiapkan langkah untuk mengantisipasi kemacetan ini. Salah satunya dengan menempatkan anggota polisi lalu-lintas di titik-titik rawan kemacetan.
"Sudah kami antisipasi juga. Kami akan tempatkan personel di titik-titik rawan," tutup Kombes Pol Latif Usman.
Berita Terkait
-
Kejari Jakarta Selatan Resmi Terima AG, Penahanan Tetap Dilaksanakan di LPKS
-
Tujuh Tahun Jelang Prediksi Jakarta Tenggelam, PAM Jaya Pede Bisa Bangun Sambungan Air Bersih Tiap Tahun
-
Resmi Dilimpahkan Polda Metro Jaya, Kejari Jaksel Segera Lengkapi Dakwaan AG Sebelum Disidang
-
Hari Ini, Berkas Perkara Lengkap AG Pacar Mario Dandy Diserahkan Polda Metro Jaya kepada Kejari Jakarta Selatan
-
Hati-hati Modus Penipuan Tilang Elektronik Lewat WhatsApp, Bisa Kuras Isi Rekening
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung