/
Kamis, 23 Maret 2023 | 18:46 WIB
BEM UI kritik Ketua DPR Puan Maharani lewat meme (Instagram/@bemui_official)

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Melki Sedek Huang mengaku diserang buzzer pemerintah usai mereka mengunggah video kritikan terkait disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja.

Kritikan ini disampaikan lewat sebuah video pendek, di mana terdapat gedung DPR yang kemudian retak dan mengeluarkan tikus-tikus.

Di akhir video, muncul sebuah tikus paling besar dengan kepalanya yang diedit menjadi Puan Maharani, Ketua DPR RI.

Melki mengatakan kalau serangan buzzer ke BEM UI ini mencakup kiriman chat hingga komentar di media sosial.

“Ketika kami lebih kritis terhadap pemerintahan, seperti misalnya ada buzzer yang mulai menyerang dengan mengirimkan chat atau sekadar membalas komentar BEM UI dengan hal-hal yang ada hominem,” katanya, dikutip dari Suara Denpasar - jaringan Suara.com, Kamis (23/3/2023).

Ia pun mengakui tak mau ambil pusing atas serangan tersebut.

Sebab hal itu memang sudah sering terjadi ketika BEM UI mengkritik pemerintah.

Melki pun menegaskan kalau video ini adalah bentuk kemarahan dari berbagai pihak atas disahkannya Perppu Cipta Kerja menjadi Undang-Undang.

Sejak UU Cipta Kerja dirumuskan tahun 2020 lalu, BEM UI dan elemen masyarakat memang terus menolaknya.

Hanya saja, kemarahan muncul ketika UU Cipta Kerja dinyatakan inkonstitusional bersyarat oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Namun Presiden Joko Widodo (Jokowi) justru tiba-tiba membuat Perppu.

“Yang lebih membuat kami marah lagi, tindakan inkonstitusional Jokowi menerbitkan Perppu Cipta Kerja ini malah diamini, diiyakan oleh seluruh anggota DPR yang mengesahkan Perppu Cipta Kerja menjadi UU kemarin,” tukas Melki.




Load More