Pembatalan Piala Dunia U-20 di Indonesia oleh federasi sepak bola dunia atau FIFA masih menimbulkan perdebatan di Tanah Air. Sebagian pihak mengatakan pembatalan itu akibat penolakan atas keikutsertaan Israel, sementara yang lain bilang masalah utamanya adalah tragedi Kanjuruhan.
Tetapi menurut pengamat sepak bola Justinus Lhaksana, satu-satunya faktor yang menyebabkan Indonesia batal jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 adalah masalah penolakan Israel.
Coach Justin - sapaan akrab Justinus - tiba pada kesimpulan tersebut setelah membaca surat atau siaran pers FIFA yang terbit pada 29 Maret kemarin.
"Jadi statement FIFA, alasan mengapa mereka mencabut tuan rumah Indonesia itu empat, lima, enam kali gue baca. Alasannya cuma satu," tegas Justin dalam video yang tayang di kanal Youtube Curhat Bang Denny Sumargo, Jumat (31/3/2023).
"Due to the current situation, kita mencabut. Current situation adalah polemik, masalah Israel," terang Justin sembari mengutip isi keterangan resmi FIFA.
Adapun isi pernyataan FIFA tidak menyebut current situation, tetapi current circumstances. Meski demikian, jika diterjemahkan artinya tak akan jauh berbeda, yakni situasi atau fakta yang sedang terjadi saat ini.
Menurut Justin, fakta yang sedang terjadi saat ini di Indonesia adalah penolakan dari berbagai partai politik dan ormas terhadap keikutsertaan Israel di Piala Dunia U-20.
Ia mengakui bahwa di paragraf kedua FIFA menyebut soal tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada Oktober 2022 lalu.
Tetapi menurut Justin, yang dimaksud FIFA adalah untuk menegaskan komitmennya untuk membantu melakukan transformasi sepak bola Indonesia, seperti yang diminta pemerintah dan PSSI setelah terjadinya tragedi yang menelan 134 korban jiwa.
FIFA pada sejak akhir 2022 lalu memang bekerja sama erat dengan PSSI dan pemerintah Indonesia untuk men-transformasi sepak bola di Tanah Air pasca- tragedi Kanjuruhan.
Dalam kerja sama itu FIFA akan mengirim perwakilannya ke Inonesia untuk mendampingi PSSI membenahi sepak bola di Tanah Air.
"Jadi FIFA hanya mengatakan, walaupun kita tarik tuan rumah (Piala Dunia U-20) Indonesia, tapi kita commit dengan PSSI, kita akan tetap kirim orang untuk membantu transformasi sepak bola Indonesia setelah Kanjuruhan," terang Justin.
"Tapi sama orang-orang jahat di Twitter ini, dipelintir. Bahwa gara-gara Kanjuruhan. Sementara netizen yang enggak bisa bahasa Inggris, menelan mentah-mentah. Jadilah hoaks," tutup dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Kapolri Listyo soal UU Baru Polri: Presiden Ingin Polri Terlibat di Hal-hal Kepentingan Nasional
-
Harga Kedelai Mahal Gegara Rupiah Melemah, Pemerintah Beri Subsidi Rp2.000
-
Dolar, Riyal dan Saldo Rekening Terungkap dalam OTT Edison, Nilainya Hampir Rp2 Miliar
-
Efek Rupiah Loyo, Harga Sparepart Moge Ducati Melonjak 20 Persen per 8 Juni 2026
-
Piala AFF 2026: Malaysia Tiru Langkah Timnas Indonesia Era Shin Tae-yong Sebelum Dipecat PSSI
-
Putus usai 14 Tahun Pacaran, Jung Kyung Ho dan Sooyoung SNSD Saling Unfollow
-
Masih Menarikkah Investasi Saham BBCA? Tengok Strateginya
-
Travel Jakarta-Madura Hantam Truk di Tol Ngawi-Solo, Dua Orang Terjepit Kabin Ringsek
-
Sudah 37 Ribu Anak Keracunan MBG, YLKI Tantang Nanik S Deyang: 100 Hari Pertama Harus Nol Kasus!
-
Korupsi Haji, Bos Maktour Blak-blakan Pernah Temui Yaqut Minta Kuota Haji Khusus