Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ikut menanggapi berita soal Wali Kota Bandung Yana Mulyana yang kena operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK).
Lewat akun Twitter, Ridwan Kamil mengaku prihatin dan sedih atas kejadian tersebut.
"Turut prihatin dan isi hati ini sangat sedih dengan situasi yang terjadi hari ini di Pemkot Bandung," kata Ridwan Kamil, dikutip dari Suara Denpasar - jaringan Suara.com, Minggu (16/4/2023).
Wali Kota Bandung periode 2013-2018 ini berharap kalau pemerintah Kota Bandung tetap memberikan pelayanan publik secara maksimal meskipun ada peristiwa tersebut.
"Walau dengan adanya peristiwa hari ini, saya harap pelayanan publik kepada masyarakat Kota Bandung tetap maksimal," lanjut dia.
Dia juga berpesan kepada Pemkot Bandung untuk lebih atentif terhadap aspirasi masyarakat dan lebih responsif kepada keluh kesah warga.
"Semoga menjadi hikmah agar semua dari kita selalu menguatkan pondasi integritas dalam keseharian kita, apa pun jabatan dan tugas kita," sebut pria yang akrab disapa RK ini.
Lebih lanjut RK mengatakan kalau untuk saat ini Pemkot Bandung akan dipimpin sementara oleh Sekretaris Daerah, Ema Sumarna.
"Semoga semua dari kita bisa mendapatkan hikmahnya. Hatur Nuhun," jelas dia.
KPK sendiri menetapkan enam orang tersangka, termasuk Yana Mulyana, yang diduga terlibat dalam korupsi suap dan penerimaan gratifikasi pengadaan CCTV dan penyedia jasa internet untuk proyek Bandung Smart City tahun anggaran 2022-2023.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
Bantah Terima Uang Miliaran, Rismon Sianipar Ungkap Alasan Pilih Damai di Kasus Ijazah Jokowi
-
Stasiun Mampang Riwayatmu Kini
-
23 Kode Redeem FC Mobile 15 April 2026, Bersiap Klaim Pemain Kompensasi Bug OVR 117
-
Airlangga Ungkap Alasan Cicilan Kopdes Merah Putih Dibayar dari APBN
-
ASN Jogja Jangan Coba-coba Keluyuran Saat WFH, Absen Kini Dipelototi Pakai GPS!
-
Kisah Gadis Cantik Sebatang Kara Tinggal di Gubuk Rusak, Menabung Meski Serba Kurang
-
Belajar Melambat dan Bernapas di Tengah Riuh Bundaran Satam Tanjung Pandan
-
Legislator Golkar Tagih Revisi UU Pemilu: Banyak Putusan MK Mendesak Segera Ditindaklanjuti
-
Ketegangan di Yerusalem Meningkat usai Pemasangan Pintu Besi di Kawasan Bersejarah
-
Di Balik Layar OTT KPK: Membongkar Gurita Sindikasi 'Jatah Preman' Kepala Daerah Lewat Ajudan