Mudik adalah hal yang dinanti begitu banyak orang. Sopir ini mengancam pengemudi lain selagi terjadi kemacetan.
Sebuah aksi sopir angkutan umum jenis elf jurusan Bandung-Ciamis yang mengancam pengemudi lain dengan golok telah menjadi viral.
Saat itu kondisi jalanan macet di Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Aksi sopir membawa golok di tengah kemacetan direkam seseorang yang ada dalam truk tangki hingga akhirnya videonya tersebar di media sosial.
Dikutip dari kantor berita Antara, Polisi dari Tim Sancang Polres Garut dibantu anggota Reskrim Polsek Malangbong menangkap pelaku di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, serta menyita mobil elf dan golok.
Kepolisian Resor Garut memproses hukum pengemudi mobil elf ini, ia diancam hukuman 10 tahun penjara.
"Dalam kasus ini kami kenakan Undang-undang Darurat dengan ancaman 10 tahun penjara," jelas Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Rio Wahyu Anggoro saat jumpa pers pengungkapan kasus sopir elf bawa golok di jalanan macet di Garut, Jumat (21/4/2023).
Disebutkan kronologinya, Kepolisian Resor Garut mendapatkan informasi adanya sopir elf yang melawan arus saat kondisi jalan macet di Jalan Limbangan dari arah Bandung menuju Tasikmalaya, Rabu (19/4/2023) malam.
Sopir berinisial BB (48) warga Kabupaten Ciamis mengacungkan golok kepada sopir tangki yang melaju dari arah berlawanan karena menghalangi laju kendaraannya.
"Aksi sopir itu sempat viral di media sosial, lalu kami perintahkan anggota, tidak lama kami berhasil menangkap pelakunya," ujar Kapolres Resor Garut.
Akibat perbuatannya itu tersangka harus berurusan dengan polisi dan ditahan di Markas Polres Garut untuk menjalani proses hukum lebih lanjut dan dijerat Undang-undang RI Nomor 12 Tahun 1951 atau Undang-undang Darurat.
AKBP Rio Wahyu Anggoro menegaskan penangkapan sopir elf yang bertindak premanisme itu mengganggu keamanan dan ketertiban umum, terlebih saat kondisi jalanan sedang macet karena musim arus mudik.
Aksi premanisme itu tidak boleh ada di Kabupaten Garut, jika masih ada maka akan ditindak tegas seperti yang sudah dilakukan saat ini oleh Polres Garut.
"Ini bukan hanya peringatan untuk sopir elf lainnya, tapi buat seluruh masyarakat, tolong lakukan yang terbaik saja, harus sama-sama tahan diri di jalan," tutup AKBP Rio Wahyu Anggoro.
Berita Terkait
-
Kendaraan Pemudik Terus Mengalir di Lintas Selatan Jabar, Nagreg Macet Lagi
-
Diprediksi Bakal Macet Parah, Polres Sukabumi Kerahkan Tim Urai Antisipasi Kemacetan
-
Tiba di Gilimanuk Pukul 7 Pagi, Baru Bisa Masuk Kapal Untuk Menyebrang 5 Jam Kemudian
-
Keluhan Warga soal Simpang Santa Jaksel: Jangan Ditutup Lagi, Kalau Macet Kayak Kemarin Repot!
-
Volume Kendaraan Semakin Padat, Pemudik Lewati Jalur Pantura Naik 30 Persen
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Liam Rosenior Tuduh Arsenal Tak Hormati Chelsea, Mikel Arteta Bantah Keras
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
Sulis Jadi Simbol Perempuan Muslim Berdaya Fatayat NU
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena