/
Jum'at, 28 April 2023 | 10:21 WIB
CEK FAKTA: Vaksin untuk COVID-19 sudah disiapkan sebelum kejadian pandemi? ([screenshot Turnbackhoax.id].)

Narasi memberikan pengertian pandemi COVID-19 adalah hoax dan mengarahkan vaksin C-19 untuk pengurangan populasi manusia.

Penanganan pandemi COVID-19 adalah pemberian vaksin serta booster dan dilakukan di seluruh dunia setelah terjadi wabah pada 2020. Beberapa pihak penyedia menyiapkan dengan brand antara lain Pfizer, Moderna, dan Astra-Zeneca.

Dikutip dari Turnbackhoax.id, akun Facebook bernama Om Brewoxs Cbr mengunggah video berjudul, "CEO MODERNA AKUI PRODUKSI 100.000 DOSIS VAKSIN SEBELUM PANDEMI DIMULAI".

Narasinya adalah CEO Moderna Stephanne Bancel mengakui bahwa perusahaannya sudah memproduksi 100.000 dosis Vaksin COVID-19 pada 2019 sebelum Pandemi di mulai. Ini bukti tak terbantahkan bahwa PANDIMI itu HOAX dan VAKSIN C-19 itu untuk IDENTITAS INDIVIDU dan PENGURANGAN POPULASI MANUSIA.

PENJELASAN

Setelah dilakukan penelusuran Turnbackhoax.id, potongan video yang menampilkan wawancara dengan CEO Moderna Stephane Bancel identik dengan video potongan dari channel YouTube The Straits Times berjudul "State of the pandemic | Davos 2023" yang diunggah pada 18 Januari 2023.

Dikutip dari healthfeedback.org, ucapan Bancel dalam video yang benar adalah: "Kabar baiknya, dibandingkan dengan 2020, di mana kita berada saat ini, adalah kita berada pada kapasitas produksi. Seperti yang Seth ketahui, ketika pandemi terjadi, Moderna telah memproduksi 100.000 dosis di tahun 2019 sepanjang tahun."

Dalam pernyataannya Bancel mengomentari kapasitas produksi Moderna secara umum pada 2019 untuk semua jenis vaksin bukan vaksin COVID-19.

Berdasarkan penjelasan di atas, klaim bahwa CEO Moderna, Stephanne Bancel mengakui bahwa perusahaannya sudah memproduksi 100.000 dosis vaksin COVID-19 pada 2019 sebelum pandemi dimulai adalah keliru.

Akun Facebook yang mengunggah telah menyalahartikan makna sesungguhnya dari pernyataan CEO Moderna, Stephanne Bancel.

KESIMPULAN

Video termasuk konten yang menyesatkan.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).

Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More