/
Jum'at, 28 April 2023 | 14:44 WIB
CEK FAKTA: Presiden Joko Widodo membongkar politik standar ganda FIFA? ([screenshot Turnbackhoax.id].)

Narasi menyebutkan Presiden negara kita membongkar politik standar ganda FIFA setelah Indonesia batal menjadi tuan rumah.

Federasi Sepak Bola Internasional atau FIFA telah mencabut status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Kini kejuaraan ini siap dipentaskan di Argentina.

Dikutip dari Turnbackhoax.id, akun Facebook Dunia tarkam indonesia mengunggah video berjudul "BERI PENAWARAN BESAR, JOKOWI BONGKAR POLITIK STANDART GANDA FIFA || PIALA DUNIA U20, TIMNAS ISRAEL" pada 1 April 2023.

Narasinya, Presiden Indonesia, Joko Widodo, membongkar politik standar ganda yang diterapkan FIFA dalam penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2023 setelah adanya pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah ajang itu.

PENJELASAN

Setelah dilakukan penelusuran oleh Turnbackhoax.id, tidak ada pernyataan dan pemberitaan resmi terkait yang disebutkan dalam unggahan video ini.

Dikutip Turnbackhoax.id dari Liputan6, bukan Presiden Joko Widodo yang membahas mengenai standar ganda FIFA, melainkan Wakil Presiden Liga Parlemen Dunia untuk Palestina, yaitu Fadli Zon.

Dalam artikel itu, Fadli Zon beranggapan FIFA sedang melakukan standar ganda dalam ajang Piala Dunia U-20 2023. Penyebabnya dua alasan, pertama larangan politisasi sepak bola FIFA yang tidak konsisten, contoh ketika FIFA menjatuhi sanksi pelanggaran terhadap Tim Nasional atau Timnas Rusia untuk berpartisipasi dalam kompetisi sebagai dukungan terhadap Ukraina yang mengalami invasi  Rusia. Kedua, adanya permintaan FIFA agar semua negara berlaku adil terhadap atlet Israel, sementara Israel sendiri tidak pernah berlaku adil terhadap atlet Palestina.

KESIMPULAN

Video berita konten yang menyesatkan atau misleading content.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).

Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More