- Menteri ESDM Bahlil sedang mengkaji penghentian ekspor bahan tambang mentah, termasuk timah, menyusul kebijakan bauksit dan nikel.
- Pelarangan ekspor nikel tahun 2018-2019 berhasil meningkatkan nilai ekspor hingga sepuluh kali lipat pada 2024.
- Pemerintah menargetkan 18 proyek hilirisasi prioritas nasional 2026 dengan investasi Rp 618 triliun untuk substitusi impor.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah melakukan kajian mendalam untuk menghentikan pengiriman sejumlah bahan tambang mentah ke luar negeri, termasuk komoditas timah.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari kebijakan serupa pada bauksit dan nikel yang telah terbukti memberikan dampak signifikan bagi pendapatan negara.
"Tahun lalu kita melarang ekspor bauksit. Dan tahun ke depan, kita akan mengkaji untuk beberapa komoditas lain, termasuk timah," jelas Bahlil dalam pernyataan resminya pada Minggu (15/2/2026).
Bahlil mengambil contoh keberhasilan pelarangan ekspor bijih nikel yang diterapkan pada periode 2018-2019. Kebijakan tersebut berhasil mengubah peta ekspor Indonesia secara drastis dalam waktu singkat.
Data menunjukkan bahwa nilai ekspor nikel Indonesia melonjak tajam dari hanya US$ 3,3 miliar pada 2018-2019 menjadi US$ 34 miliar pada tahun 2024. Kenaikan sebesar 10 kali lipat dalam kurun waktu lima tahun ini menjadi bukti nyata bahwa nilai tambah mineral dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan membuka jutaan lapangan kerja baru.
Sejalan dengan visi besar pemerintah, Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan 18 proyek hilirisasi sebagai prioritas nasional untuk tahun 2026. Total investasi yang dicanangkan mencapai angka fantastis, yakni Rp 618 triliun.
Proyek-proyek tersebut dirancang untuk mencakup sektor-sektor krusial, mulai dari:
- Hilirisasi nikel dan bauksit.
- Gasifikasi batubara.
- Pembangunan kilang minyak.
Bahlil menekankan bahwa produk akhir dari proses hilirisasi ini ditargetkan menjadi substitusi impor. Artinya, barang-barang yang selama ini dibeli dari luar negeri nantinya akan dipenuhi oleh hasil industri dalam negeri.
Agar nilai tambah ini tidak sepenuhnya dikuasai oleh modal asing, Bahlil mengimbau sektor perbankan nasional untuk lebih berani menyuntikkan pendanaan pada proyek-proyek hilirisasi.
Baca Juga: Kolaborasi dengan FC Barcelona, BRI Luncurkan Kartu Debit Edisi Khusus
"Ini kesempatan perbankan untuk membiayai. Jangan sampai kalian tidak biayai lagi, nanti dikira hilirisasi itu hanya nilai tambahnya dikuasai oleh teman-teman kita dari luar negeri," tegasnya.
Pemerintah memprediksi bahwa program hilirisasi lintas sektor akan menarik investasi hingga US$ 618 miliar hingga tahun 2040.
Sebagian besar dana tersebut, yakni sekitar US$ 498,4 miliar, diproyeksikan masuk ke subsektor mineral dan batubara (minerba).
Secara makro, hilirisasi diharapkan mampu menyumbang:
Nilai Ekspor: US$ 857,9 miliar.
Kontribusi PDB: US$ 235,9 miliar.
Penyerapan Tenaga Kerja: Lebih dari 3 juta orang.
Berita Terkait
-
BI Siapkan Rp 185,6 Triliun, Begini Cara Tukar Uang Lebaran
-
Mulai 2028, Bensin Wajib Dicampur Etanol 20 Persen
-
Bahlil Tegas soal Pemangkasan Produksi Batubara dan Nikel 2026: Jangan Jual Harta Negara Murah
-
Wujudkan Asta Cita, BRI Group Umumkan Pemangkasan Suku Bunga PNM Mekaar hingga 5%
-
Bank Jakarta Gandeng Pelita Jaya, Targetkan Prestasi dan Sport Tourism
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Saham MGLV Naik 4.271 Persen, Kini Resmi Dikuasai Raksasa Data Center
-
Profil PT Hillcon Tbk (HILL), Harga Sahamnya Anjlok Parah Usai Gugatan PKPU
-
Harga Emas dan Perak Menguat, Sinyal Penguatan Jangka Panjang?
-
Saham BUMI Diborong Lagi, Target Harganya Bisa Tembus Level Rp500?
-
Eks Bos GOTO Resmi Masuk Jajaran MGLV, Bakal Masuk Sektor Teknologi?
-
Bocoran Calon Anggota Dewan Komisioner OJK, Dari Internal?
-
Riza Chalid Punya Anak Berapa? Putranya Kini Terancam Bui 18 Tahun
-
Emiten WTON Masuk Daftar 13% Perusahaan Top Konstruksi Dunia
-
BI Siapkan Rp 185,6 Triliun, Begini Cara Tukar Uang Lebaran
-
Aturan WFA Libur Nyepi dan Idul Fitri 1447 H, Perusahaan Diminta Ikuti Regulasi