Seorang aktor sinetron Ikatan Cinta dikabarkan harus berurusan dengan polisi. Diduga aktor tersebut adalah Arya Saloka karena disebutkan Putri Anne tertawa puas saat melihat suaminya ditangkap.
Kabar tersebut disebarkan oleh kanal YouTube Amanda Chanel yang mengunggah video berjudul "Kabar terbaru pagi ini | Aktor Ikatan Cinta harus berurusan dengan pihak berwajib".
Sementara itu, dalam thumbnail terlihat potret Arya Saloka mengenakan baju tahanan dan terdapat narasi yang berbunyi, "Putri Anne tertawa puas melihat Arya ditangkap".
Dikemas dalam bentuk penayangan berita TV, pengunggah menyebut jika Arya Saloka sebagai salah satu pemain di Ikatan Cinta ditangkap oleh polisi.
Video tersebut hingga kini telah ditonton sebanyak lebih dari 700 penayangan. Namun, apakah benar aktor Ikatan Cinta berurusan dengan pihak berwajib?
CEK FAKTA:
Setelah menonton video berdurasi 8 menit 13 detik tersebut, klaim yang menyebutkan bahwa Arya Saloka ditangkap polisi dan Putri Anne tertawa puas adalah salah.
Sepanjang video, tidak ada bukti valid ataupun pernyataan resmi yang menyatakan bahwa aktor Ikatan Cinta atau Arya Saloka harus berurusan dengan polisi.
Selain itu, foto yang digunakan dalam thumbnail video merupakan hasil editan. Secara jelas lelaki yang mengenakan baju tahanan bukanlah Arya Saloka, namun pengunggah mengeditnya dengan wajah pemeran Aldebaran tersebut.
Baca Juga: FINAL SEA Games 2023: 3 Pemain Thailand Viral di Luar Lapangan, Lucu Hingga Bikin Jengkel
Dengan kata lain, isi video dengan judul yang tertera berbeda atau tidak memiliki keselarasan. Unggahan tersebut dapat dikategorikan sebagai konten menyesatkan.
Kesimpulan:
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar aktor Ikatan Cinta harus berurusan dengan pihak berwajib dan Putri Anne tertawa puas melihat Arya Saloka ditangkap merupakan berita palsu atau hoaks.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Skenario Perang Nuklir Israel-Iran, Pakar: Opsi Terakhir yang Risikonya Terlalu Besar
-
7 Hal yang Wajib Diketahui Soal Kebijakan Angkot Puncak Diliburkan Saat Lebaran
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
Dukung Pemkab Bogor, Ketua DPRD Sastra Winara Ajak Masyarakat Rayakan Idul Fitri di Pakansari
-
Nekat Narik Angkot dan Becak di Jalur Mudik Jabar, Ini Sanksinya
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Menegangkan! Evakuasi Bayi 3 Hari Lewat Jendela Saat Banjir 1 Meter Kepung Ciledug
-
Terbukti Pungli Miliaran ke Ribuan Guru, Pejabat Kemenag Bogor Hanya Turun Pangkat
-
Jika Prabowo-DPR Sepakat, Purbaya Siap Naikkan Defisit APBN 3 Persen
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus