/
Sabtu, 20 Mei 2023 | 17:47 WIB
CEK FAKTA: Benarkah Ganjar Pranowo mendanai buzzer untuk menyerang Anies Baswedan? ([screenshot Turnbackhoax.id].)

Narasinya mengajak percaya bahwa Gubernur Jawa Tengah mengerahkan buzzer untuk urusan menuju kontestasi Pemilu 2024.

Menjelang kontestasi bakal calon presiden atau bacapres dalam Pemilu 2024, nama Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan masuk bursa. Berbagai berita diunggah, pro dan kontra.

Dikutip dari Turnbackhoax.id, akun YouTube Geo Politik mengunggah video berjudul "POLITIK HARI INI- DIPERIKSA KPK GANJAR AKUI DANA 300T UNTUK BAYAR BUZZERP UNTUK SERANG ANIES".

Diunggah perdana 22 Maret 2023, dalam foto thumnail tampak  Ganjar  Pranowo tengah dibawa aparat Kepolisian. Sedangkan tulisan penyertanya "DIPERIKSA SELAMA 12 JAM OLEH KPK AKUI DANA 300T UNTUK BAYAR BUZZER".

PENJELASAN

Turnbackhoax.id menelusuri lebih lanjut dan materi video sama sekali tidak berhubungan dengan judulnya sendiri.

Unggahan membahas kasus dugaan pencucian uang sebesar Rp 300 T di Kemenkeu yang melibatkan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Dikutip Turnbackhoax.id dari cnbcindonesia.com, Irjen Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Awan Nurmawan mengungkapkan transaksi mencurigakan bukan dari korupsi atau pencucian uang. Terkait informasi mengenai pegawai dengan transaksi mencurigakan, akan dilakukan pemeriksaan sesuai peraturan.

Sepanjang video berdurasi 8 menit 12 detik tidak ditemui pembahasan tentang diperiksanya Ganjar Pranowo terkait dana Rp 300 T.

Faktanya, hingga kini tidak ada berita valid yang membuktikan Ganjar Pranowo membayar buzzer untuk menyerang Anies Baswedan.

KESIMPULAN

Video berjudul "POLITIK HARI INI- DIPERIKSA KPK GANJAR AKUI DANA 300T UNTUK BAYAR BUZZERP UNTUK SERANG ANIES" memiliki konten yang dimanipulasi.


Catatan Redaksi

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).

Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More