Selain boss Maspion, pimpinan Kopi Kapal Api juga mendapatkan panggilan dari KPK.
Pada hari ini, Rabu (24/5/2023), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa saksi untuk mantan Bupati Sidoarjo Saiful Illah, tersangka gratifikasi.
Dikutip dari kanal News Suara.com, Saiful Illah bukan sekali ini berurusan dengan KPK. Sebelumnya, Bupati Sidoarjo yang menjabat untuk periode 2010-2015 dan 2016-2021 ini mendekam di penjara karena terlibat kasus korupsi.
Ia dibebaskan dari Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Kelas I Surabaya di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur pada 7 Januari 2022. Kemudian pada 7 Maret 2023 menjadi tersangka KPK untuk dugaan penerimaan gratifikasi senilai Rp 15 miliar selama menjadi bupati Sidoarjo dalam dua periode.
Gratifikasi diduga diterimanya dari pihak swasta, ASN di lingkungan pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan Direksi BUMD. KPK mengungkap kode-kode Saiful Illah mendapatkan gratifikasi, yang diberi istilah hadiah ulang tahun serta uang Lebaran atau THR (Tunjangan Hari Raya).
Alim Markus, Direktur Utama PT Indal Alumunium Industry atau perusahaan elektronik Maspion diperiksa penyidik sebagai saksi dalam pemeriksaan sekira tiga jam. Tiba sekira 09.42 WIB dan selesai kira-kira 12.46 WIB.
Setelah menjalani pemeriksaan, bos Maspion Alim Markus memilih diam saat ditanya wartawan terkait pemeriksaannya. Ia berjalan terus dibantu pengawalnya menembus para jurnalis.
Selain memerika Alim Markus, dalam penyidikan perkara gratifikasi Saiful Illah, KPK juga memeriksa Direktur Utama PT Santos Jaya Abadi Kopi Kapal Api, Soedomo Mergonoto pada Senin (22/5/2023).
Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri menyebutkan bahwa Soedomo Mergonoto didalami pengetahuannya terkait aliran dana yang diterima Saiful Illah.
"Saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan dugaan aliran uang yang diterima tersangka SI (Saiful Illah) dari beberapa pihak dalam bentuk mata uang asing," jelas Ali Fikri pada Selasa (23/5/2023).
Tag
Berita Terkait
-
Sekretaris MA Hasbi Hasan dan Dadan Tri Penuhi Panggilan KPK, Bakal Langsung Ditahan?
-
Dikepung Wartawan usai Diperiksa KPK soal LHKPN, Eks Pejabat Pemkot Jakut Selvy Mandagi: Aduh Saya Pusing Nih
-
Gegara Doyan Flexing di Medsos, Eks Pejabat Pemkot Jakut Jakut Selvy Mandagi Diperiksa KPK
-
Reihana Diperiksa KPK, Arinal Djunaidi: Jangan Suudzon Mungkin Minggu Depan Saya Dipanggil KPK
-
Kadinkes Lampung Reihana Bantah Tak Laporkan Lima Rekening Bank ke KPK
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
20 Link CTTV Tol Real-time untuk Pantau Arus Mudik Lebaran 2026
-
IndoEBTKE ConEx 2026 Diluncurkan, Fokus Akselerasi Transisi Energi ASEAN
-
Malam Kelam di Cihampelas: Siswa SMAN 5 Bandung Tewas Dugaan Bentrok Pelajar, Disdik Buka Suara
-
Ledakan Bubuk Mercon di Jombang: Lima Remaja Luka, Rumah Warga Rusak Parah!
-
Donald Trump Umumkan Pengeboman Terdahsyat dalam Sejarah Timur Tengah, Kilang Iran Dilindungi
-
AS Tawarkan Hadiah Rp169 Miliar untuk Informasi Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei
-
4 Skin Tint Coverage Ringan dengan SPF 30 yang Nyaman Dipakai Sehari-hari
-
KNKT Rekomendasikan Jalan Sitinjau Lauik Ditutup, Gubernur Sumbar: Hampir Setiap Hari Kecelakaan!
-
Jadwal Buka Puasa Samarinda dan Sekitarnya, Sabtu 14 Maret 2026
-
Runtuhnya Marwah Sang Dai: Jadi Tersangka Pelecehan Santriwati dan Kini Dalam Pengejaran Polisi