Lepas dari yang diduga melakukan lelaki atau perempuan, dan yang mengalami lain jenis atau sesama, bercanda tidak selayaknya lewat koridor etika.
Dikutip dari Healthline.com, verbal abuse atau pelecehan verbal didefinisikan sebagai: pelecehan verbal, juga dikenal sebagai pelecehan emosional adalah rangkaian kata atau perilaku yang digunakan untuk memanipulasi, mengintimidasi, dan mempertahankan kekuasaan dan kendali atas seseorang. Ini termasuk penghinaan, penghinaan dan ejekan, perlakuan diam, dan upaya untuk menakut-nakuti, mengisolasi, dan mengontrol.
Sementara itu, dikutip dari kanal News Suara.com, Ammy Amalia Fatma Surya (AAFS) mantan anggota DPR RI periode 2014-2019 mengadukan Sugeng Suparwoto, rekan satu partai di NasDem, ke Bareskrim Polri pada 10 April 2023.
Yaitu pelecehan verbal karena Ketua Komisi VII DPR RI dari fraksi NasDem Sugeng Suparwoto meminta fotonya saat mandi.
Sugeng Suparwoto menyatakan percakapan yang disebut sebagai bentuk pelecehan seksual verbal itu terjadi dalam kondisi bercanda. Ia juga menyebut peristiwa ini sudah lama terjadi, yakni Maret 2022.
"Satu tahun lebih yang lalu. Kalau tidak salah kurang lebih Maret 2022, dan waktu itu dalam suasana bercanda-candaan. Kenapa demikian? Karena si pelapor ini adalah sudah kayak adek saya, orang ini sesama NasDem, kebetulan bahkan satu dapil dengan saya. Bahkan kami saling support-men-support. Ingat yah, saling support-mensupport dengan berbagai kegiatan yang saling kami men-support-kan," jelas Sugeng Suparwoto di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (12/6/2023).
Menurutnya, ia dan Ammy menjalin komunikasi via telepon untuk mengagendakan pertemuan. Namun karena sinyal buruk ia kemudian melanjutkan percakapan lewat pesan WhatsApp.
"Saya bilang, tapi ada pengantar ketika sebelum sampai rumah itu diskusi-diskusi melalui telepon. Begitu sampai rumah handphone-nya tidak bagus, maka saya WA WA-an, maka dia mau ketemu saya. Saya bilang saya sudah di rumah. Kalau mau ketemu ya silakan saja di rumah, kan begitu," jelas Sugeng Suparwoto.
Ia lantas menanyakan posisi Ammy. Dijawab sedang mandi di rumah. Lantas dibalas meminta foto.
"Dia menyatakan juga sudah di rumah, saya tanya "lagi ngapain?" Lagi mandi. Itulah yang dikatakannya, tapi dalam suasana-suasana yang bercanda-bercandaan. Saya bilang "foto dong" itulah sampai di situ," lanjut Sugeng Suparwoto.
Setelah kejadian itu, hubungan keduanya disebutkan Sugeng Suparwoto tetap berjalan baik. Mengingat keduanya adalah kader partai NasDem.
"Satu tahun lebih sudah lewat itu, muncullah aduan itu. Itulah saya hanya bisa menilai "kok setipis itu rasa persaudaraan-persaudaraan dan seterusnya dan komitmen-komitmen yang ada"," kata Sugeng Suparwoto.
Meski mengakui ada percakapan itu, ia menegaskan tidak pernah bersentuhan secara fisik dengan Ammy atau AAFS.
AAFS sendiri telah hadir memenuhi panggilan penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Ditipidum) Bareskrim Polri untuk diperiksa sebagai pengadu Sugeng Suparwoto atas kasus dugaan pelecehan seksual verbal. Pemeriksaan berlangsung siang tadi.
Sebelum ke Bareskrim Polri, AAFS telah menjalani sidang di Mahkamah Konstitusi Dewan (MKD) DPR RI. Sidang dengan agenda klarifikasi dilakukan menindaklanjuti laporan yang dilayangkannya pada Jumat (9/6/2023).
"Agendanya masih klarifikasi lalu melengkapi syarat-syarat formil yang diminta oleh MKD dan saat ini juga Ibu Ammy sudah membawa syarat-syarat yang diperlukan untuk persidangan," jelas Levenia Nababan, juru bicara Ammy Amalia Fatma Surya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (14/6/2023).
Ia sendiri menilai bahwa chat WhatsApp Ketua Komisi VII DPR RI dari fraksi NasDem, Sugeng Suparwoto yang meminta foto mandi rekannya tidak bisa dikategorikan sebagai candaan. Ia meminta Sugeng Suparwoto untuk membuka mata terhadap hal-hal sensitif semacan itu.
"Secara personal, saya sebagai perempuan, hal-hal yang seperti ini tidak bisa dijadikan bercandaan. Mau bercanda secara verbal, fisik, maupun visual. Saat ini Indonesia butuhmembuka mata kalau hal-hal seperti ini tidak bisa dijadikan bercandaan," jelas Levenia Nababan di Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (14/6/2023).
Ia menambahkan, dalih bercanda ini baru disampaikan Sugeng Suparwoto setelah diadukan AFFS ke Bareskrim Polri atas dugaan kasus pelecehan seksual verbal.
"Setelah hal ini dilaporkan kemudian menjadi bercanda. Tetapi menghormati proses hukum, kita lihat nanti asesmen dari adanya bukti-bukti, apakah benar itu ukurannya bercanda atau tidak," ujar Levenia Nababan.
Dalam proses klarifikasi hari ini, Ammy selaku pengadu juga turut menyerahkan sejumlah barang bukti. Salah satunya berupa tangkapan layar berisi percakapan antara Ammy dan Sugeng yang dinilai mengandung unsur pelecehan seksual verbal.
Levenia Nababan juga memastikan tak ada motif politik di balik keputusan AFFS mengadukan Sugeng Suparwoto ke Bareskrim Polri. Aduan dilayangkan murni atas nama pribadi. Selain itu karena proses penyelesaian di internal partai NasDem tak kunjung membuahkan hasil.
Sebelumnya, kasus telah diupayakan diselesaikan secara internal di partai NasDem. Sehingga menurutnya bukan serta merta AFFS membuat aduan atas peristiwa yang terjadi pada 2022 itu.
"Jadi dari tenggang waktu (kejadian 2022) itu bukan kosong saja begitu, tapi ada beberapa event dan mekanisme internal partai yang akhirnya tidak bisa diselesaikan secara internal,"tutupnya.
Berita Terkait
-
AAFS Baru Laporkan Kasus Pelecehan Sugeng NasDem ke Bareskrim Polri, Ada Motif Politik?
-
Jalani Sidang MKD Hari Ini, AAFS Tegaskan Enggan Mediasi dengan Sugeng di Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Verbal
-
Menyusul Rencana Agenda Pertemuan Puan-AHY, Koalisi Perubahan Jadwalkan Pertemuan
-
Yakin Tak Ada Upaya Penjegalan Anies Lewat Pertemuan Puan-AHY, Sugeng NasDem: Kalau Sampai Terjadi Yo kebangetan
-
Duduk Perkara Sugeng NasDem Dilaporkan soal Pesan Cabul, Ngaku Bercanda
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Resmi! Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah
-
DPRD DKI Segel Parkir Ilegal Blok M Square
-
Nadiem Tegaskan Tanda Tangan Pengadaan Laptop Ada di Level Dirjen Kemendikbudristek
-
Periksa Plt Walkot Madiun, KPK Dalami Permintaan Dana CSR Hingga Ancaman ke Pihak Swasta
-
Buntut Investasi Google ke PT AKAB, Nadiem Disebut Paksakan Penggunaan Chromebook
-
PTBA Bina Karakter Siswa Ring 1, Anak-anak Disiapkan Jadi Generasi Unggul Masa Depan
-
Sepatu Lari untuk 'Easy Run': 5 Merek yang Bikin Lari Santai Terasa Lebih Menyenangkan
-
5 Rekomendasi Sepatu Lokal Paling Hits April 2026: Kualitas Premium, Harga Bersahabat
-
Terkuak Dugaan Modus Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar, Dana Petani Tambak Udang Diduga Tak Tepat Sasaran
-
5 Alasan Bupati Bogor Rudy Susmanto Sebut Pameran APFI 2026 Sebagai 'Lorong Sejarah' Bangsa