Sosiolog dari Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat, Erianjoni menduga skandal inses antara ibu dan anak kandung yang terjadi di Bukittinggi, Sumatera Barat akibat kohesi atau hubungan yang berlebihan.
"Kedekatan hubungan yang berlebihan dan melampaui nilai-nilai sakral antara ibu dan anak bisa memicu praktik menyimpang," kata sosiolog UNP Erianjoni di Padang, Sabtu.
Menurutnya, penting bagi orang tua untuk memerhatikan batas-batas hubungan baik dengan anak laki-laki maupun anak perempuan. Sebab, jika tidak, bisa kebablasan seperti yang terjadi di Kota Bukittinggi.
Selain kohesi sosial antara orang tua dan anak, Erianjoni menilai praktik perilaku menyimpang juga bisa terjadi akibat disfungsi peran keluarga atau ayah. Artinya, sosok ayah gagal melindungi anak maupun istrinya.
"Imbasnya hubungan menyimpang ini terjadi karena tidak ada pengawasan," kata dia.
Erianjoni mengatakan selain kohesi dan disfungsi peran keluarga, inses juga dapat dipicu oleh pengaruh zat adiktif seperti narkoba dan sejenisnya yang merusak syaraf sehingga mengakibatkan seseorang tidak berpikir normal.
Pengungkapan kasus perilaku seks menyimpang di Bukittinggi sekaligus menandakan degradasi moral yang terjadi di Tanah Air. Erianjoni menyakini hal-hal yang bertentangan dengan norma tersebut cukup banyak terjadi hanya saja tidak semuanya terungkap ke publik.
Oleh karena itu, pemerintah bersama pemangku kepentingan terkait perlu melihat dan menyelesaikan masalah tersebut melalui langkah-langkah konkret, dengan tujuan melindungi masyarakat itu sendiri.
Di tempat terpisah, Wali Kota Bukittinggi Erman Safar mengajak seluruh kepala daerah di provinsi itu untuk berani mengungkap kasus seks menyimpang.
Baca Juga: Skandal Inses di Bukittingi Terjadi dalam Keluarga Agamis, Wali Kota: Bapaknya 83 Tahun
Hal tersebut disampaikan Erman Safar menyusul pengungkapan dugaan kasus inses antara ibu dan anak yang terjadi di daerah, dan telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir.
"Ini untuk membentengi anak-anak kita. Tapi bagaimana dengan kota dan kabupaten lain, sampai kapan mau seperti ini," ujar dia.
Terjadi dalam keluarga agamis
Sebelumnya Erman Safar mengungkapkan adanya skandal inses dalam wilayahnya, yang melibatkan seorang ibu dengan putra kandungnya sendiri. Ia mengatakan hubungan seks antara ibu dan anak itu berlansung bertahun-tahun tanpa ketahuan.
Erman mengatakan bahwa hubungan seks antara ibu dan putra kandungnya itu berlangsung sejak sang anak duduk di bangku SMA. Kini sang ibu sudah berusia 51 tahun dan putranya 28 tahun.
"Anak itu sejak SMA telah melakukan hubungan seksual dengan ibunya," kata Erman Safar saat sosialisasi Pencegahan Pernikahan Anak di Aula Rumah Dinas Wali Kota, seperti dikutip dari Suara Sumbar, Kamis (22/6/2023).
Ia mengatakan, yang mengejutkan skandal inses itu terjadi di dalam keluarga utuh dan dikenal agamis oleh warga sekitar.
"Keluarga tersebut lengkap dan ada suaminya. Bahkan mereka berasal dari lingkungan keluarga yang dikenal cukup agamis oleh warga sekitar," tambah Erman Safar.
Ia juga menyebutkan suami dari ibu yang berhubungan seks dengan putranya sendiri itu sudah berusia 83 tahun. Sementara sang istri berusia 51 tahun saat ini.
"Bapaknya ada. Ada bapaknya di rumah. Coba bayangin," beber Erman.
Sang anak sudah dikarantina oleh pemerintah Kota Bukittingi sejak lima bulan lalu. Tak dijelaskan apakah sang ibu juga ikut dikarantina atau diproses hukum.
Menanggapi skandal ini, Erman Safar menekankan pentingnya melindungi anak-anak dari potensi eksploitasi dan kekerasan seksual yang dapat merusak masa depan mereka, bahkan dari anggota keluarga sendiri.
"Dalam upaya mencegah kasus seperti ini terjadi di masa mendatang, Pemerintah Kota Bukittinggi berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang isu pernikahan anak di bawah umur dan memperkuat upaya perlindungan anak," tegas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- Jalan Lingkar Sumbing Wonosobo Resmi Beroperasi, Dongkrak Ekonomi Tani dan Wisata Pegunungan
- 5 Rekomendasi HP Layar Besar untuk Orang Tua Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Rekomendasi Cream Memutihkan Wajah dalam 7 Hari BPOM
Pilihan
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
Terkini
-
Jadwal Imsakiyah Padang Sabtu 21 Februari 2026, Bolehkah Makan Setelah Imsak?
-
Dramatis! Semen Padang FC vs Malut United Berakhir 2-2, Kabau Sirah Gagal Menang di Laga Kandang
-
Siapa Pemilik Toko Emas Semar Nganjuk? Digeledah Bareskrim hingga Tersandung TPPU Emas Ilegal
-
7 Hal Penting di Balik Hotman Paris Bela ABK Sea Dragon yang Dituntut Mati Kasus Sabu 2 Ton
-
Jadwal Imsakiyah Bukittinggi Sabtu 21 Februari 2026, Jangan Telat Sahur!
-
7 Fakta Bareskrim Geledah Toko Emas Semar dan Rumah di Surabaya, Kasus TPPU Emas Ilegal Rp 25,8 T
-
Jadwal Imsak Jakarta 21 Februari 2026 Hari Ini, Waktu Subuh, Magrib dan Doa Sahur
-
Cerita Live TikTok Bupati Situbondo Buyar Gara-gara Maling Motor Dikepung Warga, Begini Kronologinya
-
Bukan Sekadar Ekspor-Impor, ART Ikat RIAS dalam Koordinasi Kebijakan Global
-
Jadwal Imsakiyah Bandar Lampung Hari Ini, Sabtu 21 Februari 2026: Imsak, Sholat, dan Magrib