/
Selasa, 27 Juni 2023 | 20:57 WIB
Tasyi Athasyia dan Syekh Zaki Alatas (Suara.com/Tiara Rosana)

Tasyi Athasyia kembali menggelar konferensi pers untuk mengklarifikasi berbagai tuduhan yang dilayangkan mantan karyawannya. Termasuk tudingan dirinya memberikan makanan dan minuman sisa untuk eks karyawannya.

Salah satu yang sangat diingat publik tentu pengakuan sejumlah mantan pegawainya yang ikut ke Dubai, Uni Emirat Arab, lalu cuma diberikan seperempat botol air mineral sisa milik Tasyi.

Padahal saat itu Tasyi dan suaminya sedang merekam konten makan makanan mewah di Dubai. Sontak hal ini membuat publik naik darah.

Namun kini Tasyi secara tersirat mengaku difitnah atas semua tudingan tersebut. Bahkan Tasyi sempat mereka ulang video viral itu dalam konferensi persnya, seperti dilihat di tayangan akun TikTok @keluargakecildijerman01.

"Ini ada air, divideoin, (bilangnya) 'Gila nih meja isinya kosong, kita dikasihnya air bekas. Dia makan enak-enak tuh di sana'," kata Tasyi, dikutip pada Selasa (27/6/2023).

"Udah tuh, seluruh Indonesia tanpa mencari fakta (bereaksi) 'Gila, anjir, jahat banget'. (Padahal) faktanya apa?" sambungnya.

Tasyi yang turut didampingi sang suami, Syekh Zaki Alatas, lantas menepis semua cerita tersebut. Menurutnya para karyawannya sebenarnya sudah dibelikan makanan tetapi memang tidak disantap di restoran tersebut.

"Itu airnya aja bukan airnya dia. Kalau restoran mewah itu air putih dipajang. Memang dia tidak makan di situ," tutur Tasyi.

Bahkan menurutnya saat itu eks karyawan yang membuat konten tersebut sebenarnya duduk semeja dengan anaknya.

Baca Juga: Dipanggil Queen, Tasyi Athasyia Akui Beri Setengah Ekor Kambing Guling ke Eks Karyawan: Gitu Makanan Bekas?

"Tahu nggak dia duduk sama siapa? Anak saya aja duduk sebelah dia," ujar Tasyi.

"Ada di videonya," timpal Syekh Zaki.

"Beli makannya di mana? Udah beli ayam, mau dimakan di apartemen," sahut Tasyi lagi.

Tasyi sangat menyayangkan para mantan karyawannya yang tega membuat skenario untuk menjelekkan namanya padahal peristiwa yang terjadi tidak seperti itu.

Tasyi bahkan sempat mencontohkan mudahnya membuat konten palsu demi mendukung narasi yang diinginkan. Apalagi karena kebanyakan warganet memilih menerima hal yang tersaji tanpa mencoba mengklarifikasinya.

"See? Percaya? Kita ngomong mostly (kebanyakan) percaya, (setidaknya) dalam hati. Apalagi kalau saya yang ngomong, saya mah insya Allah nggak pernah bohong. Bisa nggak? Semudah itu, dari kemarin semua semudah itu," tandas Tasyi.

Load More