Narasi sengaja menggoreng isu soal pemain bola Indonesia yang berkarier profesional di Malaysia agar situasi makin panas. Jangan terpancing atau buang kuota.
Nama pemain sepak bola nasional Saddil Ramdani tengah hangat dibicarakan. Pasalnya ia meradang saat warganet atau netizen mengkritik permainannya di Timnas Indonesia dalam laga FIFA Matchday 2023 lawan Timnas Palestina dan Timnas Argentina. Balasannya berupa tulisan via media sosial cukup panjang.
Dari kondisi ini lantas bergulir kabar yang kabur atau tidak bisa dipertanggungjawabkan keabsahannya bahwa Saddil Ramdani lantas dinaturalisasi menjadi pemain Timnas Malaysia.
Metro Suara.com menyimak kanal YouTube, akun bernada JAGAT.ID pada Senin (3/7/2023) meluncurkan video berjudul "PAMER PEMAIN TIMNAS COMOTAN INDONESIA, MALAYSIA KENA SEMPROT FIFA || SADDIL RAMDANI".
Kemudian thumbnail berisi foto Saddil Ramdani, Presiden FIFA Gianni Infantino, Coach Shin Tae-yong, serta Ketua Umum PSSI. Tulisannya "FIFA MERESPON SADDIL RAMDANI TAK BISA MAIN DI TIMNAS MALAYSIA".
PENJELASAN
Metro Suara.com melakukan penelusuran video durasi 8 menit 4 detik ini dan hasilnya adalah:
* Menit 0:16 berisi narasi FIFA Longgarkan Aturan Naturalisasi, Saddil Ramdani Tetap Tidak Bisa Bela Tim Nasional.
Fakta:
- pengertian naturalisasi pemain Indonesia adalah:
naturalisasi sebagai cara atau proses Warga Negara Asing (WNA) memperoleh status Warga Negara Indonesia (WNI) melalui permohonan yang diajukannya.
- pengertian naturalisasi FIFA terbaru adalah:
FIFA implemented a significant new ruling that requires a player to demonstrate a "clear connection" to any country they wish to represent. FIFA has used its authority to overturn results of competitive international matches that feature ineligible players.
FIFA instituted a comprehensive revamp of the eligibility system in January 2021, giving players who might otherwise have been tied to a nationality through junior representation or even full national team caps the ability to switch to another nation.
Terjemahan: FIFA menerapkan keputusan baru yang signifikan yang mengharuskan pemain untuk menunjukkan "hubungan yang jelas" dengan negara mana pun yang akan diwakili. FIFA telah menggunakan kewenangannya untuk membatalkan hasil pertandingan kompetitif internasional yang menampilkan pemain yang tidak memenuhi syarat.
FIFA melembagakan perombakan menyeluruh dari sistem kelayakan pada Januari 2021, memberikan pemain yang mungkin terikat kewarganegaraan melalui perwakilan junior atau bahkan tim nasional penuh dapat beralih ke negara lain.
Logika: apakah Saddil Ramdani bisa menunjukkan "hubungan yang jelas" yaitu keturunan Malaysia sehingga ia bisa mengajukan syarat yang dipenuhi kepada pemerintah Malaysia? Saat ini ia bermain di klub Sabah FC, akan tetapi tidak ada sumber berita kredibel dan valid tentang pengajuan proses naturalisasi ke Malaysia karena ia adalah WNI, lahir di Raha, ibu kota Pulau Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara.
* Menit 0:53 ada pernyataan Saddil Ramdani, "Bisa jadi saya stay di sana ... Presiden mendukung saya tetap stay di sana ... bisa jadi saya tetap di Malaysia juga."
Konteksnya adalah Saddil Ramdani tetap bermain sebagai pemain profesional di Sabah FC.
Bahwa narator bersuara perempuan yang kemudian membaca skrip atau artikel dengan pernyataan "Buntut dari momen tersebut sejumlah netizen Malaysia minta Saddil Ramdani bersedia dinaturalisasi (menit 1:14)" tidak sesuai judul yang menyebutkan "PAMER PEMAIN TIMNAS COMOTAN INDONESIA, MALAYSIA KENA SEMPROT FIFA || SADDIL RAMDANI". Karena Malaysia tidak memamerkan apapun soal Saddil Ramdani masuk Timnas negara itu.
* Tidak ada pernyataan FIFA yang diunggah atau ditulis oleh media kredibel dan valid tentang FIFA memarahi atau dalam bahasa di video ini adalah menyemprot Malaysia soal naturalisasi Saddil Ramdani.
KESIMPULAN
Video berjudul "PAMER PEMAIN TIMNAS COMOTAN INDONESIA, MALAYSIA KENA SEMPROT FIFA || SADDIL RAMDANI" memiliki konten kategori dimanipulasi atau manipulative content.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Metro Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).
Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Metro Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Surya Paloh Inginkan Yenny Wahid Sebagai Cawapres Anies Baswedan?
-
CEK FAKTA: Ketidakhadiran Lionel Messi di Indonesia Akan Dibayar Cristiano Ronaldo Sampai Ketua Umum PSSI Terharu?
-
Cek Fakta: Aparat Tangkap Jenderal Bintang 3, Terbukti Jadi Bekingan Ponpes Al Zaytun
-
CEK FAKTA: Benarkah TNI-Polri Kerahkan Pasukan untuk Tangkap Siapa Saja yang Halangi Anies Baswedan Ikut Kontestasi Pemilu 2024?
-
CEK FAKTA: Asnawi Mangkualam ke Inggris Bergabung Old Trafod Didukung Erik Thoir, Bila Penulisan Salah Semua Begini Bagaimana Isi Videonya?
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian