/
Selasa, 04 Juli 2023 | 06:39 WIB
CEK FAKTA, benarkah Anies Baswedan menjadi memimpin khotbah di Tanah Suci? ([screenshot Turnbackhoax.id])

Narasi berusaha membuat penonton percaya bahwa Anies Baswedan masuk kontestasi Pemilu 2024 mendapatkan dukungan Arab Saudi.

Beberapa saat lalu, Anies Baswedan dan sederet tokoh politik Indonesia sendiri-sendiri mengadakan ibadah haji di Tanah Suci. Ada undangan santap bersama Raja Salman bin Abulaziz bin Saud yang membuat mereka bisa bertemu satu meja.

Dikutip dari Turnbackhoax.id, akun SnackVideo bernama NU Media membagikan video berjudul "SATU-SATUNYA CAPRES RI !! RAJA SALMAN MINTA ANIES PIMPIN KHUTBAH DIDEPAN KA’BAH".

PENJELASAN

Turnbackhoax.id mengadakan penelusuran dan hasilnya adalah:

* Video berisi konten potongan-potongan video yang konteksnya tidak  saling berkaitan.
Fakta: video berisi potongan materi saat Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang turut mendampingi penerimaan kunjungan kenegaraan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan, dan materi lainnya adalah dukungan Ulama & Tokoh Adat Minangkabau ke Ganjar Pranowo sebagai calon presiden 2024.

* Sumber video dalam konteks benar yang dicomot pengunggah berasal dari:
- Sekretariat Presiden di YouTube pada 24 Jul 2019, judulnya "ISTANA KEPRESIDENAN BOGOR Presiden Jokowi Sambut Kunjungan Putra Mahkota Abu Dhabi dengan Upacara Kenegaraan di Istana Kepresidenan Bogor …"
- CNN Indonesia di YouTube pada 6 Sep 2022, bejudul "Ulama & Tokoh Adat Minangkabau Dukung Ganjar Presiden 2024"

* Sedangkan referensi lainnya yang berkaitan diperiksa lewat Google News:

- Untuk kunjungan kenegaraan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan, menggunakan kata kunci: "Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan ke Indonesia".

- Untuk dukungan Ulama & Tokoh Adat Minangkabau ke Ganjar Pranowo sebagai calon presiden 2024 menggunakan kata kunci "ulama tokoh adat minangkabau dukung ganjar presiden 2024".

KESIMPULAN

Video berjudul "SATU-SATUNYA CAPRES RI !! RAJA SALMAN MINTA ANIES PIMPIN KHUTBAH DIDEPAN KA’BAH" memiliki konten dengan konteks yang salah. Yaitu berdasarkan 7 Jenis Mis- dan Disinformasi oleh First Draft News, di mana konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Metro Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).

Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Metro Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More