/
Selasa, 04 Juli 2023 | 11:38 WIB
Cek Fakta: Ternyata! Santri Putri Al Zaytun Dijadikan Budak Seks Panji Gumilang ((YouTube/Benang Merah))

Pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun, Panji Gumilang dikabarkan menjadikan santri putrinya budak seks. 

Kabar itu sendiri dibagikan kanal YouTube Benang Merah yang mengunggah video berjudul "kpk,GEGER SIANG INI || TERNYATA SANTRI PUTRI DIJADIKAN BVD4K S3K OLEH PANJI GUMILANG,kpk".

Narasi pada thumbnail video berbunyi "Ternyata Begini Pratek Bejat Santri Putri Az Zaytun".

Tampak Panji Gumilang berdiri di antara beberapa perempuan dengan berada di dalam sebuah kamar hotel.

Hingga kini, video itu telah ditonton sebanyak lebih dari 6.200 penayangan.

Lantas, benarkah santri putri Ponpes Al Zaytun dijadikan budak seks Panji Gumilang?

CEK FAKTA

Informasi yang mengklaim santri putri Ponpes Al Zaytun dijadikan budak seks Panji Gumilang adalah salah. 

Setelah menonoton video berdurasi 8 menit 2 detik, narator menampilkan pendapat pakar terkait tindakan yang dilakukan Panji Gumilang.

Baca Juga: Nathalie Holscher bak Sindir Sule Soal Biaya Berobat Adzam, Auto Dirujak: 25 Juta per Bulan Kurang?

Tak hanya itu, narator juga menampilkan pernyataan yang disebut dikekuarkan Panji Gumilang soal boleh berpacaran dan berzina bagi mereka yang berduit.

tetapi hingga akhir video, tidak ada bukti valid maupun penjelasan secara akurat bahwa santri putri Ponpes Al Zaytun dijadikan budak seks Panji Gumilang.

Foto yang digunakan pada thumbnail pun hasil editan untuk memanipulasi konten.

KESIMPULAN

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar santri putri Ponpes Al Zaytun dijadikan budak seks Panji Gumilang merupakan berita palsu atau hoaks.

Unggahan di atas dapat dikategorikan sebagai konten menyesatkan karena isi video tidak selaras dengan judul yang tertera.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini.

Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com. 

Load More