/
Rabu, 05 Juli 2023 | 17:38 WIB
Pendiri Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang dituding sebagai biang kisruh di Ponpes Al Zaytun, Indramayu. (Suara.com/M Yasir)

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengapresiasi langkah Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang telah responsif dalam menangani kisruh Pondok Pesantren Al Zaytun dan pemimpinya Panji Gumilang.

Ketua MUI Bidang Pengkajian dan Penelitian, Utang Ranuwijaya mengatakan pihaknya berharap status Panji Gumilang, yang sudah diperiksa dalam kasus penistaan agama segera diputuskan.

"MUI mengapresiasi langkah-langkah Mabes Polri, khususnya Bareskrim yang cukup responsif dan cepat dalam menangani kasus Panji Gumilang," kata Utang Ranuwijaya di Jakarta, Rabu (5/7/2023).

Panji Gumilang sebelumnya telah diperiksa Bareskrim Polri soal dugaan penistaan agama pada Senin. Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menaikkan status Panji Gumilang dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan.

Utang mengatakan langkah cepat Polri menangani kasus tersebut dinilai dapat meredakan kegaduhan dan pro kontra yang dikhawatirkan semakin memanas.

MUI berharap status Panji Gumilang dapat segera diputuskan. Dengan demikian pihak-pihak terkait dapat mengambil keputusan soal masa depan pondok pesantren tersebut.

"Dan dengan demikian, mahadnya segera dilakukan pembenahan dengan baik, sebagaimana mestinya," kata dia.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) akan mendalami dugaan afiliasi Pondok Pesantren Al Zaytun dengan Negara Islam Indonesia (NII).

"Nanti biar BNPT terus mendalami dan kami akan terus monitor NII. Karena itu (Al Zaytun) sejarahnya memang tidak bisa disembunyikan," kata Mahfud.

Baca Juga: Mahfud MD Kirim Isyarat Panji Gumilang Segera Jadi Tersangka

Mahfud mengatakan bahwa pendalaman tersebut dilakukan karena latar belakang sejarah munculnya Al Zaytun berkaitan dengan NII.

"Dulu munculnya itu (Al Zaytun) dari ide kompartemen 9 NII, tetapi di dalam perkembangannya itu menjadi sekurangnya yang dapat kita lihat fisik-nya itu lembaga pendidikan biasa, tetapi di balik itu semua yang sedang diselidiki karena dulu memang latar belakangnya di situ," ujarnya. [Antara]

Load More