Belanda siap mengembalikan 472 benda budaya penting peninggalan sejarah, termasuk harta karun Lombok, yang dibawa secara tidak sah dan diperoleh secara paksa atau dengan penjarahan selama masa kolonial, kepada Indonesia.
Sebagian besar harta karun itu berasal dari kerajaan-kerajaan di Bali dan Lombok. Meski demikian Belanda menolak untuk mengembalikan kerangka manusia purba yang ditemukan di Trinil, Jawa Timur pada 1890an.
Pengembalian benda-benda bersejarah itu dibuat mengikuti rekomendasi sebuah Komite Penasihat Pengembalian Benda Budaya dari Masa Kolonial.
“Ini pertama kalinya kami mengikuti rekomendasi komite untuk mengembalikan benda-benda yang seharusnya tidak pernah dibawa ke Belanda,” kata Sekretaris Negara untuk Urusan Kebudayaan dan Media Gunay Uslu, demikian dilansir dari Antara, Kamis (6/7/2023).
Benda-benda budaya yang dikembalikan antara lain ‘harta karun Lombok’, empat arca Singasari, sebilah keris dari Klungkung, Bali, dan 132 benda seni rupa modern dari Bali yang dikenal sebagai koleksi Pita Maha.
Benda-benda tersebut saat ini menjadi koleksi Museum Nasional Kebudayaan Dunia di Leiden dan Rijksmuseum di Amsterdam, Belanda.
Indonesia pada tahun lalu meminta pengembalian sejumlah benda budaya yang sangat penting bagi negara. Sejarah benda-benda tersebut kemudian diteliti oleh Museum Nasional Kebudayaan Dunia, berdiskusi dengan para ahli Indonesia.
Berdasarkan hasil penelitian, komite merekomendasikan agar benda-benda tersebut dikembalikan kepada Indonesia.
Kerangka Java Man
Baca Juga: Platform Digital Agree Perluas Pasar Kopi Indonesia Sampai ke Belanda
Meski demikian Belanda masih menolak untuk mengembalikan kerangka manusia purba yang ditemukan oleh paleoantropolog Eugene Dubois dari sekitar Jawa Timur pada periode 1890an.
Saat ini kerangka manusia purba tersebut masih disimpan di museum Pusat Keragaman Hayati di Leiden. Rangka Java Man, demikian kerangka itu sohor disebut, merupakan salah satu penemuan terbesar dalam studi evolusi manusia.
Pemerintah Indonesia sebelumnya sudah mendesak Belanda untuk mengembalikan tulang-belulang manusia purba itu.
Alasannya karena Dubois mengambil kerangka itu saat Belanda sedang menjajah Indonesia. Selain itu para sejarahwan telah menemukan bukti bahwa ilmuwan tersebut menggunakan tenaga kerja paksa saat melakukan penggalian.
Tetapi Belanda mengatakan manusia purba Jawa tak akan ditemukan tanpa inisiatif dan jasa Dubois.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Kasus Dugaan Gratifikasi Izin Tinggal WNA, KPK Geledah Kantor Imigrasi Jakarta Pusat
-
Purbaya Akui Masih Deg-degan Meski Industri Otomotif RI Tumbuh per Juni 2026
-
Sudah Dibuka Hari Ini! Jadwal Pendaftaran Upacara di Istana 2026, Cek Link Resmi dan Cara Daftarnya
-
Negara Agraris Tanpa Regenerasi Petani, Sampai Kapan?
-
Marc Ter Stegen Resmi Direkrut Ajax, Jordi Cruyff Bakal Buang Maarten Paes?
-
Kasus Yusrizal Pasien BPJS: Ketika Empati Tak Bisa Ditawar dalam Profesi Dokter
-
Bromo Membara di Blok Bantengan: Jalur Jemplang-Senduro Ditutup
-
Greenpeace Bantah Bahlil, Sebut Raja Ampat Masih Terancam Ekspansi Tambang Nikel
-
10 Mobil Bekas di Bawah 100 Juta untuk Keluarga, dari yang Irit hingga Jagoan Tanjakan
-
Yang Mana Duluan, Bedak Tabur atau Bedak Padat? Ini Urutan Pemakaian yang Benar