Wasit Thoriq Alkatiri menjadi sorotan pecinta bola Indonesia setelah dinilai membuat keputusan kontroversial dalam laga Persebaya vs Barito Putra di kompetisi Liga 1 musim 2023/24 pada Sabtu (8/7/2023).
Dalam pertandingan itu, Persebaya ditahan imbang Barito Putra dengan skor 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
Salah satu yang paling kontroversial adalah ketika Thoriq Alkatiri tak memberi Persebaya hadiah penalti saat bek Barito Putra, Bagas Kaffa menarik baju gelandang Persebaya Song Ui-young di dalam kotak terlarang.
Seharusnya pelanggaran itu terlihat jelas oleh Thoriq Alkatiri yang berada tak jauh dari kotak penalti. Bahkan insiden itu diputar berulang-ulang kali oleh Indosiar, yang menayangkan Liga 1 secara ekslusif.
Di Instagram, video singkat pelanggaran Bagas Kaffa itu disebar dan sudah dikomentari hampir 2000 kali dan disukai 17.200 kali. Banyak warganet yang menyindir Thoriq Alkatiri, menyebut-nyebut lisensi FIFA yang dikantonginya.
"Labelnya sih wasith FIFA, tapi?" tulis seorang warganet di kolom komentar Instagram Indosiar.
"Ini yang katanya salah satu wasit yang lolos seleksi," sindir pengguna Instagram lain, menyinggung program seleksi wasit Liga 1 yang dilakukan PSSI dan asosiasi sepak bola Jepang pada Juni lalu.
"Benar-benar butuh VAR, 99 persen penalti," imbuh yang lain.
Baca Juga: Thomas Doll Ungkap Momen Unik di Laga Persija vs Persebaya, Tidak Akan Ditemukan di Negara Lain
Kepemimpinan Thoriq Alkatiri juga membuat Persebaya kesal bukan main. CEO Persebaya Surabaya, Azrul Ananda memprotes keras keputusan wasit dalam laga itu. Ia bahhkan mengaku sudah langsung melapor ke Ketua Umum PSSI Erick Thohir untuk mengevaluasi wasit.
"Selesai pertandingan saya langsung berkomunikasi dengan ketua umum" Ucap Azrul dalam jumpa pers usai pertandingan.
Ia mengaku bahwa beberapa klub di Liga 1 juga sudah mengeluhkan masalah wasit dalam pertandingan. Ia menegaskan Persebaya akan segera melayangkan surat protes ke penyelenggara Liga 1 dalam waktu dekat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Bahlil di Musda Golkar Sumsel: Migas dan Batu Bara Jangan Terus Ditentukan dari Jakarta
-
Remaja 14 Tahun Jadi Aktor Pembunuhan Berencana, Jasad Korban Dibakar
-
Melihat Dunia Lagi Setelah Kornea Rusak, Ini Revolusi Teknologi Transplantasi Mata Modern
-
Dulu Hidup di Sepanjang Sungai Musi, Kini Tembang Batanghari Sembilan Terancam Hilang
-
Menko Djamari Bela Program Pemerintah, Sebut Ada Banyak Akun 'Potong Video' di Medsos
-
Mengenal Desa Kemiren: Menjaga Budaya Osing Bersama Desa Sejahtera Astra
-
Manfaat Rutin Baca Al Fatihah dan Puasa Weton Anak Menurut Ulama Gus Iqdam
-
Perkuat Ekosistem Keuangan Pertanian di Minahasa Selatan, BRI Komitmen Beri Dukungan
-
Tiga Ledakan Terdengar Beruntun, Ruko Penjual Pakan dan Pertamini Terbakar di Palembang
-
Rumah Mewahnya Digeledah Kejagung, Kubu Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Buka Suara