Proses perceraian Lady Nayoan dan Rendy Kjaernett sudah mulai bergulir. Usai menjalani sidang mediasi pertama, Lady melalui kuasa hukumnya ingin segera melanjutkan ke tahap persidangan atau dengan kata lain sudah bulat tekad untuk berpisah.
"Deadlock, sudah nggak pengin ada mediasi lagi, artinya sudah lanjut proses persidangan," tutur Timoty Ezra Simanjuntak selaku kuasa hukum Lady, dikutip dari akun TikTok @mapendos_007, Rabu (26/7/2023).
"Kalau bukan karena Tuhan kayaknya jauh deh, kalau (secara) manusiawi udah bulat, mantap bercerai," sambung Ezra terkait peluang rujuk Lady dan Rendy.
Meski begitu, Rendy terus bersikeras untuk memperjuangkan rumah tangganya, seperti dengan menimpa tato wajah Syahnaz Sadiqah di punggungnya.
Lantas dengan semua upaya tersebut, adakah peluang untuk Lady mengabulkan keinginan Rendy rujuk? Hal inilah yang dijawab oleh Lady di video unggahan akun Instagram @rumpi_gosip.
"Itu dia hal-hal yang sebelumnya nggak pernah terpikir bahwa akan seperti ini, akan ada mediasi, jadi di luar dari pengetahuan aku," ucap Lady.
"Sejujurnya saat itu dalam mengambil keputusan itu memang marah ya, tapi kan dengan perkembangannya, aku jadi berbalik, 'Ya Tuhan, yang Tuhan mau apa?'" sambungnya.
Ya, Lady memilih untuk menyerahkan semua takdir hidupnya kepada Tuhan, termasuk untuk menentukan apakah akan mantap berpisah dari Rendy atau malah menelan kembali sakit hatinya demi rujuk.
"Karena ternyata kan bukan hanya aku gitu, maksudnya keputusan ini bukan untuk aku sendiri tapi juga menyangkut tiga anakku. Jadi ya aku minta doanya aja, aku bisa dapat jawaban Tuhan yang terbaik yang Tuhan mau untuk pernikahanku," tegas Lady.
Baca Juga: Sakit-sakit Timpa Tato Muka Syahnaz, Rendy Kjaernett Bakal Tetap Dicerai Lady Nayoan: Sudah Deadlock
Di sisi lain, warganet malah terus mendorong Lady untuk benar-benar menceraikan Rendy. Pasalnya Lady sudah berkali-kali memergoki perselingkuhan Rendy dan Syahnaz sampai akhirnya memutuskan membuka semuanya di media sosial beberapa waktu lalu.
"Jangan rujuk karena anak.. Seumur hidup itu berat jika hanya 1 pihak yang berjuang. Mental health seorang ibu harus di jaga dari pada anak. Dan anak kalau sudah besar juga bisa paham," komentar warganet.
"Suaminya kejar istrinya lagi karena selingkuhannya lebih memilih suaminya coba kalo selingkuhannya cerai ga bakalan si R kejar istrinya.. Laki-laki itu kalo sudah selingkuh kejam udah banyak contohnya," imbuh warganet lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Riset: 80 Persen Warga Pesisir Alami Penurunan Pendapatan Akibat Krisis Iklim
-
Muncul di Mabes Polri, Waka BGN Sony Sanjaya Jawab Isu Panas Kena OTT
-
Menyesal Pernah Jadi Wamenaker, Noel Ebenezer: Pedih Sekali Saya Dapat Jabatan Ini
-
5 Rekomendasi Lipstik Anti Luntur Saat Dipakai Makan Gorengan
-
Bolehkah Puasa di Hari Tasyrik Setelah Idul Adha? Simak Pandangan Ulama dan Amalan yang Dianjurkan
-
Saham Diborong, Smelter Dibangun: Inilah Tentakel Nikel Haji Isam
-
Resep Rendang Daging Empuk, Rahasia Menu Idul Adha Lebih Gurih dan Praktis
-
Viral Warga Kalteng Keluhkan Jalan Raya, Respons MC Dianggap Penjilat Bikin Muak
-
Selamat Tinggal Alasan Lupa Bawa Dompet, SIM 'Anti Ribet' Segera Hadir
-
Dikira Punah, Spesies Paling Langka Hiu Gangga Ternyata Bersarang di Perairan Indonesia