Peneliti Hukum Olahraga, Eko Noer Kristiyanto atau kerap disapa Eko Maung turut menyoroti aksi protes yang dilakukan Bobotoh terhadap management Persib Bandung.
Dalam kanal YouTube BobotohTV, MamprangTV!, Eko Maung menjelaskan, aksi yang dilakukan Bobotoh terlalu sering dan terkadang tanpa tujuan yang jelas.
Alhasil, aksi yang dilakukan Bobotoh sebagai bentuk kritik menjadi bias dan dianggap hal biasa.
Ia pun membandingkan aksi Bobotoh dengan aksi yang pernah dilakukan oleh Jakmania (pendukung Persija) dan Bonek (pendukung Persebaya).
Jakmania pernah melakukan aksi protes terhadap manajemen Persija ketika harga penjualan merchandise berupa jersey terlalu mahal.
"Saat itu, Jakmania kompak memboikot untuk tidak membeli produk tersebut. Kemudian manajemen pun merespon aksi itu dengan melakukan penyesuaian harga kembali," ungkap Eko Maung, dikutip Jumat (28/7/2023).
Sedangkan Bonek, lanjut Eko Maung, pernah memprotes jadwal pertandingan Persebaya yang dimulai terlalu malam.
Aksi Bonek pun menuai hasil positif, PSSI kemudian melakukan revisi jadwal untuk Persebaya.
Menurut Eko Maung, aksi kedua supporter tersebut dinilai lebih efektif, karena aksi dilakukan oleh pendukung klub yang memposisikan diri sebagai kelompok penekan dan dilakukan secara kompak dengan tujuan yang jelas dan terarah.
Baca Juga: Kembali Jadi Komisaris Utama, Segini Gaji Ahok di Pertamina
"Sedangkan aksi yang dilakukan oleh Bototoh, dinilai terlalu sering sehingga menjadi bias dan anti klimaks," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
Terkini
-
Media Iran Yakin Benjamin Netanyahu Sudah Meninggal Dunia, Video Ini Jadi Bukti
-
Mudahnya Top-up BRIZZI saat Mudik, Perjalanan Jadi Nyaman
-
Siskaeee Geram Pelaku Penyerangan Air Keras Aktivis KontraS Belum Ditangkap: Giliran Bokepku Bisa!
-
Promo Diskon Spesial Solaria Khusus Pengguna Kartu BRI
-
Swiss Open 2026: Terhenti di Semifinal, Amri/Nita Beberkan Akar Masalahnya
-
Swiss Open 2026: Susul Putri KW, Alwi Farhan Lolos ke Partai Final usai Libas Wakil China
-
BMKG Ingatkan Pemudik Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem Jelang Lebaran 2026
-
BTN Ubah Strategi, Tak Lagi Sekadar Bank KPR tapi Jadi Penyedia Solusi Finansial
-
9 Kelezatan Masakan Khas Jawa Wajib Coba Saat Lebaran
-
Kimi Antonelli Antonelli Ukir Sejarah, Raih 'Pole Sitter' Termuda Formula 1