Hotman Paris menyatakan kasus anjing berkalung bendera negara kita mestinya bukan diselesaikan secara Restorative Justice.
Kasus satwa dikalungi bendera Merah Putih untuk momentum 17-an atau Hari Kemerdekaan 17 Agustus di Bengkalis, Riau oleh RH yang menjadi viral karena dilaporkan atas dugaan melecehkan lambang negara diselesaikan secara Restorative Justice (RJ). Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea lewat media sosial TikTok menyatakan ia pusing.
"Hotman sebagai pengacara senior pusing melihat logika hukum. Pusing! Oknum yang melilitkan bendera ke leher anjing dijadikan tersangka atas tuduhan menghina atau melecehkan lambang negara," paparnya dari kabin salah satu mobil mewahnya.
Ia lantas menanyakan lambang negara itu milik perorangan atau milik negara. Karena penyelesaian masalah adalah berdamai dengan oknum perorangan pelapor.
"Apakah oknum perorangan pelapor itu pemilik bendera atau pemilik lambang negara?" ungkapnya setengah bertanya.
"Memang dari awal bukan tindak pidana. Akan tetapi setelah mendapat berbagai kritikan dari berbagai pihak akhirnya mungkin difasilitasi untuk berdamai atau RJ (Restorative Justice) sebagai alasan untuk menghentikan penyidikan karena kadung sudah dijadikan tersangka," kata kolektor kendaraan jenis supercar itu.
Dikutip dari unpar.ac.id, restorative justice adalah wujud dari keadilan yang berpusat pada pemulihan korban, pelaku kejahatan, dan masyarakat.
"Sekali lagi tidak ada RJ, karena bendera itu bukan milik perorangan pelapor itu. Kalau memang ada tindak pidana ya negara yang dirugikan, bangsa Indonesia yang dirugikan. Namun akhirnya kritikan dari masyarakat didengar entah bagaimana caranya menghentikan kasus. Tetap kita mengucapkan terima kasih kepada kepolisian Bengkalis Riau," tandasnya.
Kilas balik peristiwa, pelaporan RH kepada yang berwajib karena ia mengalungkan bendera Merah Putih menuai simpati dari berbagai penjuru Tanah Air.
Sederet unggahan rasa simpati dituangkan mengingat tidak hanya RH menjadi subjek, akan tetapi sosok anjing sendiri sebagai satwa. Lewat artikel dan potret bisa disimak peran penting anjing sebagai satwa yang setia, cerdas, anggota K-9 atau pasukan khusus mulai penjinak bom sampai detektor narkotika, penolong manusia untuk tugas pendampingan seperti mengawal penyandang tunanetra, teman anak, sampai penjaga rumah.
Perlu digarisbawahi untuk paham peri kesatwaan setelah peri kemanusiaan.
Berita Terkait
-
Dikejar Anjing Pemburu, Babi 'Melarikan Diri' Masuk Tol Pekanbaru-Bangkinang
-
Benarkah Hotman Paris Hutapea Ditunjuk Presiden untuk Jadi Kuasa Hukum Tangani Perkara dengan Rocky Gerung?
-
Dokter Richard Lee Gandeng Hotman Paris untuk Perkarakan Farel Aditya, Benarkah?
-
Kasus Anjing Dikalungi Bendera, Ini Larangan dan Aturan Penggunaan Bendera Merah Putih
-
Kata Hotman Paris soal Pelecehan Seksual Finalis Miss Universe Indonesia 2023
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Puluhan Lansia di Prabumulih Dapat Layanan Kesehatan Gratis, Menjaga Tetap Sehat di Usia Senja
-
Nomor 7 Tetap Milik Ronaldo! Pemain Ini Warisi Nomor Mendiang Diogo Jota di Piala Dunia 2026
-
Mengapa Jakarta Masih Berpotensi Hujan Saat Musim Kemarau? BMKG Jelaskan Penyebabnya
-
Dasco: DPR Malam Ini Lembur Kerjakan UU P2SK, Akan Difinalisasi Besok
-
Javaco Hadir di Palembang, Pengrajin Lokal Jadi Fokus Lewat Program Suara Jagoan
-
Heboh Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG, Istana Turun Tangan Lakukan Audit Internal
-
Akhir Penantian 40 Hari, 443 Jemaah Haji Asal OKU Timur Kembali ke Pelukan Keluarga
-
Pendapatan Hampir Sesuai Target, Mengapa Ada Rp138 Miliar Dana Tersisa di APBD Pontianak?
-
Terungkap! Ini Catatan yang Membuat Dadan Hindayana Kehilangan Kursi Kepala BGN
-
Dasco Bongkar Alasan Nanik Layak Gantikan Dadan Hindayana di BGN