/
Jum'at, 01 September 2023 | 12:58 WIB
Denny Sumargo. (Suara.com/Rena Pangesti)

Denny Sumargo dan DJ Verny Hasan kembali berkonflik buntut tantangan tes DNA ulang. Verny rupanya berkeyakinan hasil tes DNA tersebut tidak tepat, sementara Densu merasa masalah mereka sudah selesai sehingga kini bergegas melaporkan sang DJ ke polisi.

Sebagai pengingat, beberapa tahun lalu Densu dan Verny juga sudah melakukan tes DNA. Hasilnya anak Verny dinyatakan bukan sebagai darah daging Densu.

Namun kini Verny meminta tes DNA ulang dan memicu Densu menempuh jalur hukum. Bagi Densu, hal ini adalah cara untuk menyelesaikan masalah mereka dengan dewasa.

"Fokusnya kan kasihan anak itu, betul, kalau kasihan sama anak itu selesaikan dengan dewasa, saya bukakan pintu, mari kita duduk bareng. Kalau cuma mau teriak-teriak doang, kita semua bisa," kata Densu, dilihat di akun TikTok @asriamelya3, Jumat (1/9/2023).

Saat itu Densu rupanya baru berseteru langsung dengan Verny melalui sambungan telepon yang difasilitasi oleh dr Richard Lee di podcast-nya.

Karena itulah Richard kemudian bertanya langkah apa yang akan ditempuh Densu setelah semua masalah ini selesai, yakni dengan melakukan tes DNA ulang.

"Kalau DNA hasil tes yang kedua ini ya, itu ternyata bukan anak lo, apa yang akan lo lakuin?" tanya Richard.

"Saya lapor polisi untuk yang kedua," tegas Densu, tampaknya sudah tidak ingin bermain-main dengan Verny.

"Kayak gimana ceritanya kalau misalnya hasil tes DNA itu ternyata memang anak lo?" cecar Richard lagi.

Baca Juga: DJ Verny Hasan Murka Masalah Tes DNA, Diskakmat Denny Sumargo: Makanya Jangan Fitnah

"Saya tanggung jawab, laporkan saya ke polisi!" tandas Densu menegaskan.

Sementara menurut teman Verny yang diundang Richard, bocah yang dianggapnya keponakan tersebut sampai harus dimasukkan ke pesantren agar tidak melihat perseteruan ibunya di media.

"Seperti yang gue bilang tadi, gue nggak berpihak kepada Densu atau kepada Verny, yang gue lihat itu keponakan gue. Kasihan anak ini, makin lama makin gede," tuturnya.

"Sekarang dokter tahu nggak, emaknya, maminya masukin dia ke pesantren. Di pesantren kan nggak bisa megang handphone, nggak bisa ngapa-ngapain. Itu kiat yang dilakukan Verny supaya anaknya nggak bisa lihat media, apalagi sekarang lagi perang-perangnya gini," sambungnya.

Load More