Pelatih Persebaya Surabaya yang baru, Josep Gombau resmi diumumkan pada hari ini, Kamis (14/9/2023). Selain sebagai pelatih kepala, juru taktik asal Spanyol itu juga ditunjuk sebagai direktur teknik.
Profil Josep Gombau sendiri cukup unik. Sebabnya ia, yang kini mengantongi lisensi UEFA Pro sudah gantung sepatu di usia 16 tahun, setelah bermain sebagai penjaga gawang. Sejak remaja, ia justru memilih untuk menempuh jalan sebagai pelatih.
Pada usia 16 tahun, Josep Gombau sudah menjadi pelatih. Di usia belia ia sudah melatih CF Amposta, klub asal kampung halamannya di Spanyol dan RCD Espanyol.
Keseriusan Gombau berkarier sebagai pelatih, terbayar ketika ia berhasil meraih lisensi UEFA A pada usia 19 tahun. Ia menghabiskan kariernya di usia muda di Spanyol dan negara-negara Eropa lainya.
Pada 2003 ia dikontrak Barcelona, klub raksasa Spanyol, sebagai pelatih akademi. Selama 6 musim melatih akademi Barcelona, Gombau pernah membina pemain-pemain bintang seperti Romeu, Adama Traore dan Hector Bellerin.
Setelah tiga tahun bersama akademi Barcelona, pada 2008 Gombau lalu ditugaskan untuk mengembangkan FCB Escola, akademi sepak bola untuk pemain mudah Barcelona di Raffles International School, di Dubai.
Hanya setahun di Dubai, Josep Gombau memutuskan untuk melatih klub Hong Kong, Kitchee pada 2009. Ketika itu, pelatih yang lahir di Amposta pada 5 Juni 1976 itu berhasil mempersembahkan gelar liga lokal dan bahkan treble pada musim 2011/12.
Sejak saat itu, karier kepelatihannya dihabiskan di wilayah Asia dan Australia. Tercatat, Gombau menukangi Adelaide United pada 2013 dan meraih kesuksesan dengan menjuarai FFA Cup 2014.
Gombau juga pernah melatih Timnas Australia U-23, Western Sydney, dan menjadi asisten pelatih Timnas Australia sejak 2016 hingga tahun 2017.
Baca Juga: Resmi, Pelatih Persebaya yang Baru Diumumkan: Welcome Josep Gombau
Pada 2018, Gombau meninggalkan Australia dan memilih menukangi tim Asia yakni Delhi Dynamos yang kini berganti nama menjadi Odisha FC.
Kiprahnya di India bersama Odisha FC itu pun berlangsung sejak 2018 hingga 2020, sebelum akhirnya Gombau hijrah ke Amerika Serikat dengan menukangi Queensboro FC.
Hanya dua tahun di Amerika Serikat, Josep Gombau kembali ke India dan menukangi Odisha FC selama satu tahun atau hingga Maret 2023 lalu, sebelum mendarat di Surabaya untuk menjadi pelatih Persebaya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati