Politikus senior PDI Perjuangan Panda Nababan sangat emosi menanggapi kabar salah satu kadernya, Gibran Rakabuming Raka, yang didorong untuk menjadi bakal calon wakil presiden.
Bahkan Gibran belakangan ramai disebut sebagai bacawapres potensial Prabowo Subianto. Wacana inilah yang kemudian ditanggapi dengan emosional oleh Panda, seperti dilihat di kanal YouTube Total Politik.
"Gibran ini anak kandung Presiden. Dia jadi wali kota karena PDI Perjuangan. Dia pegang KTA PDI Perjuangan. Sekarang Ganjar PDI Perjuangan, terus dibikin dia (Gibran) wakil dari lawannya (Prabowo), kan nggak masuk akal itu," kata Panda, dikutip pada Selasa (19/9/2023).
"Kau bopong-bopong itu Gibran tujuannya apa? Kalau mau merusak keluarga PDI Perjuangan, wah efektif sekali. Teruskan. (Tapi) rakyat juga sudah pintar, rakyat sudah kritis," lanjut Panda. "(Ini) pembenaran untuk membusukkan keluarga Jokowi. Dia anak Jokowi, dia Wali Kota Solo dibikin PDI Perjuangan, apa iya dengan di-bully segala macem jadi wapresnya siapa dia."
Panda menyayangkan relawan yang mengusung Gibran sebagai bacawapres tidak pernah mengomunikasikan pandangan mereka kepada PDIP.
"Ini subjektivitas, saya pendiri partai PDI Perjuangan, saya senior di sana. Kulihat gerakan-gerakan ini menghancurkan kami, merusak kami. Saya sangat dekat dengan Jokowi, dengan cara seperti ini juga tidak sehat," ujar Panda.
Bahkan gerakan-gerakan relawan ini berpotensi membuat kesolidan akar rumput PDIP terganggu, sebab saat ini Gibran juga terhitung masih kader muda dan dinilai seharusnya menimba lebih banyak ilmu politik.
"Itu ada satu tingkat mau bikin rusuh atau bikin susah, bikin pikiran, bikin bingung PDI Perjuangan di daerah-daerah. Apa maksudnya gitu lho," jelas Panda.
"Gibran memang pernah saya bilang anak ingusan dan aku tanya dia, 'Gimana?' (Gibran menjawab) 'Oh terima kasih banyak Pak saya ditegur, saya diajari'," tandasnya.
Baca Juga: Politikus PDIP Yakin Tak Bakal Pilih Gibran Atau RK Dampingi Ganjar: Mahfud MD Lebih Clear
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
-
Kedubes Iran di Indonesia Kecam Serangan AS-Israel, Sebut Pelanggaran Berat Piagam PBB
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
Terkini
-
Pentingnya Belajar Ilmu Agama, Pasutri Pamer Batal Puasa karena Lupa Mandi Junub
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Rp50 Jutaan untuk Mudik Lebaran 2026
-
Serangan AS-Israel: Liga Iran Resmi Dihentikan, Pemain Asing Pilih Angkat Kaki
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Pangkalan AS, Timur Tengah di Ambang Eskalasi
-
Sampai Kapan Batas Penukaran Uang Baru 2026? Ini Cara dan Aturannya
-
Sequis Life Gelar Customer Gathering untuk Perkuat Hubungan Nasabah
-
Media Italia Klaim Jay Idzes Sebagai Rekrutan Terbaik Sassuolo Musim Ini
-
Tuhan Nggak Butuh Pengacara: Belajar Beragama "Santuy" tapi Berisi Bareng Mbah Nun
-
HP Rp 1 Jutaan, REDMI A7 Pro Resmi di Indonesia: Baterai 6.000mAh, HyperOS 3
-
Aktivis Muhammad Husein Ungkap Tanda-Tanda Perang Sebelum Israel Bombardir Iran