- Menteri HAM Natalius Pigai kecewa karena kinerjanya belum mendapat apresiasi saat rapat bersama Komisi XIII DPR, Rabu (10/6/2026).
- Ketua Komisi XIII DPR RI mengkritik usulan anggaran kementerian yang dinilai terlalu berfokus pada pemenuhan kebutuhan internal saja.
- Kementerian HAM mengusulkan anggaran sebesar Rp3,9 triliun, melampaui pagu indikatif Kementerian Keuangan yang hanya sebesar Rp728 miliar saja.
Suara.com - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai meluapkan kekecewaannya di hadapan anggota DPR. Di tengah pembahasan anggaran kementeriannya, ia mengaku heran karena Kementerian HAM yang dipimpinnya merasa telah menunjukkan kinerja positif, namun belum mendapat apresiasi dari parlemen.
Pernyataan itu disampaikan Pigai saat rapat kerja bersama Komisi XIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
"Kami sudah berprestasi tapi bapak-ibu tidak pernah kasih apresiasi," ujar Pigai.
Keluhan tersebut muncul setelah Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, melontarkan kritik terhadap usulan anggaran Kementerian HAM.
Willy menilai kebutuhan anggaran yang diajukan masih lebih banyak diarahkan untuk kebutuhan internal ketimbang program yang berdampak langsung kepada masyarakat.
Menurut Willy, Komisi XIII pada dasarnya mendukung penguatan Kementerian HAM. Namun, dukungan itu harus diiringi dengan prioritas program yang jelas dan menyentuh persoalan HAM di lapangan.
"Jangan pelayanan ke dalam dulu, tunjukkan ketika ini diurus aktivis ini benar. Begitu, kita dukung semua," tegas Willy.
Ia mengingatkan bahwa banyak anggota Komisi XIII memiliki latar belakang sebagai aktivis HAM sehingga memiliki harapan besar terhadap kinerja kementerian yang baru dibentuk tersebut.
Dalam rapat yang sama, Wakil Menteri HAM Mugiyanto memaparkan kebutuhan anggaran kementeriannya untuk tahun 2027. Kementerian HAM mengusulkan anggaran sebesar Rp3,9 triliun.
Baca Juga: Tangkis Isu Anti-Asing, Prabowo: Investor Antre Masuk, Hanya yang 'Liar' Tak Suka Aturan!
Namun angka tersebut jauh di atas pagu indikatif yang diberikan Kementerian Keuangan, yakni hanya Rp728 miliar.
Pagu tersebut hanya sedikit meningkat dibandingkan anggaran tahun 2026 yang berada di angka Rp718 miliar. Padahal, pada tahun sebelumnya Kementerian HAM juga telah mengajukan kebutuhan anggaran yang lebih besar.
Karena itu, Mugiyanto berharap DPR dapat membantu memperjuangkan tambahan anggaran agar berbagai program yang telah dirancang bisa dijalankan secara maksimal.
"Jadi kami berharap supaya Komisi XIII memberikan dukungan kepada kita supaya kebutuhan kami bisa dipenuhi," pungkas Mugiyanto.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Polri Rekrut Disabilitas: Bukan Cuma Staf, Berpeluang Duduki Jabatan Struktural!
-
Kapolri Jamin Takkan Serobot Kursi ASN: Polisi Masuk Kementerian Hanya Jika Diminta!
-
Mengurai Benang Kusut Gagal Bayar Gaji PPPK: Apakah Dana APBN Bisa Jadi Solusi?
-
MBG Bau Tengik, Plastik Mahal! Jeritan Pedagang Tanah Abang di Tengah Demo BGN
-
Amnesty Bongkar Dugaan Operasi Sistematis Israel Hapus Jejak Palestina di Tepi Barat
-
Cegah Perjudian! Kapolri Aktifkan Satgas Antimafia Bola Jelang Piala Dunia 2026
-
Hapus Jejak Palestina! Amnesty Ungkap Pembersihan Etnis Terstruktur oleh Militer Israel
-
Mahasiswa UI, IPB, hingga Pancasila Bersatu di Depok, Susun Tuntutan untuk Pemerintah
-
Tangkis Isu Anti-Asing, Prabowo: Investor Antre Masuk, Hanya yang 'Liar' Tak Suka Aturan!
-
Mimpi Jadi Nyata! UU Polri Baru Buka Pintu bagi Disabilitas Masuk Polisi