Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Alissa Wahid turut angkat bicara terkait konflik yang terjadi antara masyarakat dengan aparat di Pulau Rempang, Kepulauan Riau.
Menurut Alissa Wahid, bentrokan di Pulau Rempang itu sama sekali tak mencerminkan demokrasi. Sebab demokrasi seharusnya mampu memberikan perlindungan kepada setiap warga negara.
“Apa yang hari ini terjadi di Rempang, itu kepentingan negara, proyek strategis negara tapi mengorbankan rakyat. Tidak seperti itu yang namanya demokrasi. Demokrasi adalah perlindungan terhadap setiap warga negara,” ucap Alissa Wahid, dikutip dari kanal Youtube TV9 Nusantara, Selasa (19/9/2023).
Lebih lanjut, Alissa membeberkan bila Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pernah didatangi oleh aktivis lingkungan yang menyampaikan keresahan soal sebuah hutan yang akan diperjualbelikan dan mengancam masyarakat adat.
Kalau hutan tersebut diperjualbelikan, maka masyarakat adat pasti terusir karena mereka menggantungkan hidupnya dari hutan.
“Kemudian Gus Dur menggunakan wewenangnya dan kekuasaannya sebagai presiden (dengan) membuat peraturan bahwa semua hutan ini adalah hutan negara yang tidak boleh dijual, dan semua warga negara yang ada di dalam hutan tersebut harus dilindungi,” ucap Alissa Wahid.
Bagi Gus Dur, lanjut Alissa, demokrasi bukan sekadar aturan permainan kelembagaan yang berdasarkan formalitas belaka.
Ia menjelaskan, tradisi demokrasi mensyaratkan setiap manusia yang ada di dalam masyarakat akan terlindungi hak-hak asasinya sebagai manusia dan hak-hak konstitusinya sebagai warga negara.
“Maka judulnya: dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Itulah demokrasi. Bukan pemilu langsung itu yang disebut sebagai demokrasi, bukan sekadar coblosan yang disebut demokrasi. Tetapi dari rakyat; aspirasinya didengarkan, terlindungi semuanya, oleh rakyat; dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan dan pengelolaan hidup bersama, dan semuanya itu bermuara pada rakyat,” jelas Alissa.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Obat Atasi Mual dan Muntah, Tersedia di Apotek
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Nasabah Setia Bank Sumsel Babel Lubuklinggau Dapat Kejutan Mobil Toyota Rush
-
Apa Itu Hacker Selapan? Sosok di Balik Kasus Bobol Dana BOS Hampir Rp1 Miliar di Prabumulih
-
WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi
-
Bupati Bogor: Tidak Ada Ruang Bagi Narkoba, Sikat Hingga ke Akar!
-
Siswa Terima MBG Fresh 5 Hari, Sementara 3B dan Daerah 3T Dapat Menu Kering
-
1.256 SPPG di Indonesia Timur Disuspend, Tak Daftar SLHS dan Tanpa IPAL
-
Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana
-
Polisi Buru 3 DPO Pembacokan Cilandak, Senjata Tajam Disembunyikan di Cirendeu
-
20 Tahun Berkarya, Maudy Ayunda Ungkap Momen Emosional saat Casting Pertama
-
Penolakan Menguat, Gus Ipul Dinilai Tak Netral Pimpin Muktamar NU