Ganjar Pranowo menjawab dengan cukup tegas saat disentil soal petugas partai hingga boneka Megawati oleh mahasiswa Universitas Indonesia.
"Anda tidak perlu takut petugas partai atau tidak. Saya kader partai, tapi Presiden bukan, Gubernur bukan," tegas Ganjar, lantas menambahkan bahwa dirinya tidak pernah memprioritaskan kepentingan partai selama menjabat di Jawa Tengah.
"Maka kalau Anda riset apa yang saya lakukan, adakah kemudian saya hanya berpihak pada partai saya? Mungkin nyaris Anda tidak akan menemukan itu," tutur Ganjar pada Senin (18/9/2023).
Namun di Mata Najwa di Universitas Gadjah Mada hari Selasa (19/9/2023), Ganjar mengaku bahwa dirinya masih sepakat dengan usulan setiap partai mendapat dana bantuan dari APBN sebesar Rp1 triliun per tahun.
"Soal pendanaan partai politik, Anda pernah mengusulkan agar partai politik mendapat bantuan dana Rp1 triliun dari APBN setiap tahun. Apakah Anda masih pada gagasan yang sama?" tanya Najwa Shihab.
"Masih," tegas Ganjar yang lantas memaparkan pentingnya partai politik dalam memastikan keberjalanan demokrasi di sebuah negara.
"Partai ini suaranya hanya dihargai sedikit sekali. Apa yang terjadi? Duit hanya sedikit," terang Ganjar, meski ada catatan khusus, yakni idealnya dilakukan di sebuah negara yang tidak terlalu banyak partai politik.
"Kalau partai tidak terlalu banyak, Rp1 triliun untuk keberjalanan demokrasi tidak terlalu banyak. Tapi karena ini duit negara, pengelolaannya harus transparan dan akuntabel dan BPK turun memeriksa itu, maka fair menurut saya," sambungnya.
Lantas akankah Ganjar memprioritaskan usulan tersebut apabila memenangkan Pilpres 2024, meskipun saat ini PDI Perjuangan menjadi partai dengan dana terbesar yakni mendapat Rp27 miliar?
Baca Juga: Ganjar Pranowo Tak Tepis Isu Ragukan Anak Bangsa soal TKA China: Terbukti Angka Pengangguran Segitu
"Sorry, ini dua hal berbeda. Itu anggaran untuk partai, bukan untuk Pilpres. Maka kalau kita agendakan untuk itu, tentu itu ranah partai, ranah saya adalah urus negara, ranah saya adalah dalam konteks Pilpres, maka bukan dengan anggaran itu," jawabnya diplomatis.
Menurut Ganjar, dengan sedikitnya dana partai membuat para kader harus bermanuver sendiri dalam memperbaiki kualitas.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Geram Atlet Jadi Korban Pelecehan, Erick Thohir: Jahanam!
-
LPDB Koperasi Dorong Generasi Muda Kembangkan Ekonomi Melalui Koperasi Modern
-
Konflik Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Kembali Bergejolak
-
Swiss Open 2026: Lolos ke Babak Kedua, Jafar/Felisha Sebut Masih Banyak Salah
-
DPR Sahkan 5 Anggota Dewan Komisioner OJK Periode 2026-2031, Friderica Widyasari Jadi Ketua
-
Promo 'Thank You Very March' dari Honda, Bawa Pulang Motor Cuma Modal Rp750 Ribu buat Lebaran 2026
-
Paket dari Kurir Gaib: Link Diklik, Saldo ATM Menghilang Secara Magis
-
Blunder Pejabat AS, Iran Tertawakan Klaim Bohong Antek Zionis Berani Masuk Selat Hormuz
-
India Kiamat Makanan Panas karena Perang AS - Iran, Rakyatnya Dilarang Ngopi
-
Mundur dari Piala Dunia 2026, Timnas Iran Kini Terancam Sanksi Berat FIFA