/
Senin, 25 September 2023 | 11:14 WIB
Marselino Ferdinan bermain di klub pro KMSK Deinze, Belgia ([IG/@kmskdeinze])

Bagi yang suka berikan komentar buat Lino via media sosial, saatnya menyimak dulu sebelum bikin kalimat ngeri.

Beberapa saat lalu, warganet riuh memberikan komentar terhadap salah satu pemain Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan alias Lino. Ia disebut-sebut setelah tidak dimainkan dan namanya tidak masuk rilis pemain KMSK Deinze saat berlaga melawan SV Zulte-Waregem di Challenger Pro League atau divisi dua Liga Belgia 2023-2024.  

Dikutip dari kanal Bola Suara.com serta Semarang Suara.com, sederet komentar warganet Indonesia bermunculan di laman media sosial klub KMSK Deinze terkait tidak munculnya nama Marselino Ferdinan.

Lino, sapaan Marselino Ferdinan mengunggah pernyataan di Twitter (x) pribadinya. Intinya, untuk membangun karier di Eropa tidaklah semudah dibayangkan. Seluruhnya perlu proses. Peristiwa komentar warganet Indonesia menggeruduk media sosial milik klub profesional di Eropa ini malah menjadi "lucu", karena tidak konstruktif dan bisa-bisa memberikan nilai negatif tentang negeri kita sendiri.

Marselino Ferdinan saat kena jewer Coach Shin Tae-yong (sumber: (Instagram/@pssi))

Pernyataan lugas Lino itu diharapkan bisa dimengerti, utamanya para pengunggah komentar. Segala sesuatu yang bakal menghasilkan memang perlu sebuah perjalanan yang disebut sebagai proses. Berkomentar semata pasti lebih mudah dibandingkan yang menjalani, dan bila situasinya dibalik, apakah pemberi komentar bisa melakukan hal sekeren Marcelino Ferdinan?

Ia pernah dapat julukan The Wonderkid Timnas Indonesia. Alumni tim pro Persebaya Surabaya yang rela menempuh perjalanan jauh dari Indonesia ke Eropa. Tepatnya di Belgia, yang menggunakan tiga bahasa: Belanda, Prancis, dan Flemish.  Itu belum termasuk bahasa Inggris sebagai bahasa internasional pula. Untuk ke Belgia, biasanya penerbangan dari Indonesia berakhir di Belanda, lantas diteruskan naik kereta jaringan SNCF menuju Brussels atau Bruxelles. Kalau mau naik pesawat tentu cost lebih mahal.

Soal keberadaan Marselino Ferdinan sendiri di klub tempatnya berkarya pro, ia  bermain untuk Tim Reserves KMSK Deinze. Tim Reserves ini berisikan para pemain cadangan yang belum dapat tempat di tim utama bersama pemain U-21. Kompetisi Tim Reserves sendiri menjadi bagian dari laga resmi di Belgian Reserves Pro League, di klasemen tertinggi liga negara itu.

Dan di tempat ini Lino menyuguhkan permainan seru. Saat Tim Reserves KMSK Deinze tanding melawan klub kuat Lommel SK yang selalu  menjadi pesaing tim utama KMSK Deinze, Marselino Ferdinan bermain 54 menit. Total perolehan skor adalah 4-2 untuk KMSK Deinze tim cadangan.

Kemenangan ini membuat KMSK Deinze berada di posisi kedelapan klasemen sementara Belgian Reserves Pro League.

Load More