- BYD memberikan jaminan penuh atas kerusakan akibat sistem autopilot God's Eye untuk konsumen di Tiongkok mulai tahun 2026.
- Program perlindungan selama 12 bulan ini mencakup fungsi parkir otomatis dan navigasi cerdas pada jutaan kendaraan BYD.
- Langkah strategis ini bertujuan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap teknologi otonom melalui pemanfaatan data masif dan inovasi perangkat.
Suara.com - BYD resmi mengumumkan akan menanggung biaya kerusakan akibat penggunaan sistem God’s Eye, teknologi autopilot terbaru mereka.
Jaminan ini mencakup fungsi seperti intelligent self-parking dan urban-speed navigate-on-autopilot (NOA). Program ini disebut sebagai “full damage coverage guarantee” yang berlaku selama 12 bulan pertama kepemilikan, menurut Drive Australia.
Pabrikan mobil listrik asal Tiongkok, BYD, menjadi yang pertama berani memberikan jaminan penuh atas kerusakan saat autopilot aktif.
Lebih dari 3,15 juta kendaraan BYD di jalan sudah kompatibel dengan sistem God’s Eye-B, yang menggunakan teknologi LiDAR dan mendukung otonomi Level 3 hingga Level 4.
Program tanggung jawab ini mulai berlaku di pasar Tiongkok pada 2026. Namun, BYD menegaskan bahwa cakupan jaminan hanya berlaku untuk konsumen di Tiongkok, bukan di pasar lain termasuk Indonesia. Setelah masa 12 bulan berakhir, tanggung jawab kembali ke pengemudi.
Jaminan ini hanya berlaku di China, di mana BYD memiliki basis pengguna terbesar. Perusahaan memanfaatkan data perjalanan harian yang mencapai 200 juta kilometer untuk terus menyempurnakan algoritma autopilot.
Distribusi data ini dikelola oleh lebih dari 5.000 insinyur yang fokus pada pengembangan perangkat lunak dan perangkat keras.
Langkah ini diambil untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap teknologi autopilot. Dengan menanggung risiko kerusakan, BYD ingin menunjukkan bahwa sistem God’s Eye cukup aman dan layak digunakan.
Selain itu, data masif dari jutaan kendaraan memungkinkan BYD mengukur akurasi sistem dan menindaklanjuti insiden secara transparan.
Baca Juga: Sukses Jualan EV, BYD Kini Kembangkan Robot Humanoid
God’s Eye-B menggabungkan sensor LiDAR, aktuator listrik, baterai, platform komputasi, dan model AI. Sistem ini mampu mengendalikan mobil dalam berbagai skenario perkotaan dengan perhatian pengemudi yang lebih sedikit.
Chip otomotif terbaru Xuanji A3 berteknologi 4 nanometer menjadi otak utama, mendukung integrasi perangkat lunak dan hardware BYD untuk autopilot serta advanced driver assist system.
Bagi konsumen di Tiongkok, jaminan ini memberi rasa aman saat mencoba teknologi autopilot. Namun, bagi pasar lain seperti Indonesia, konsumen tetap harus menanggung risiko sendiri.
Meski begitu, langkah BYD bisa jadi contoh bagaimana produsen mobil listrik berusaha membangun kepercayaan terhadap teknologi otonom.
Berita Terkait
-
Sukses Jualan EV, BYD Kini Kembangkan Robot Humanoid
-
Mobil Listrik China Makin Obesitas Baterai Besar Jadi Tantangan Baru Industri Otomotif
-
Xiaomi Merugi akibat Jualan Mobil Listrik, Kenapa?
-
Nasib Garansi Seumur Hidup Mobil Listrik Wuling Saat Berpindah Tangan
-
Pesona Mobil SUV Mungil Wuling bak Jimny 'Lite', Harga Miring Jarak Tempuh Jauh
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan