Otomotif / Mobil
Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:49 WIB
New BYD Atto 1. (Foto: BYD)
Baca 10 detik
  • BYD memberikan jaminan penuh atas kerusakan akibat sistem autopilot God's Eye untuk konsumen di Tiongkok mulai tahun 2026.
  • Program perlindungan selama 12 bulan ini mencakup fungsi parkir otomatis dan navigasi cerdas pada jutaan kendaraan BYD.
  • Langkah strategis ini bertujuan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap teknologi otonom melalui pemanfaatan data masif dan inovasi perangkat.

Suara.com - BYD resmi mengumumkan akan menanggung biaya kerusakan akibat penggunaan sistem God’s Eye, teknologi autopilot terbaru mereka.

Jaminan ini mencakup fungsi seperti intelligent self-parking dan urban-speed navigate-on-autopilot (NOA). Program ini disebut sebagai “full damage coverage guarantee” yang berlaku selama 12 bulan pertama kepemilikan, menurut Drive Australia.

Pabrikan mobil listrik asal Tiongkok, BYD, menjadi yang pertama berani memberikan jaminan penuh atas kerusakan saat autopilot aktif.

Lebih dari 3,15 juta kendaraan BYD di jalan sudah kompatibel dengan sistem God’s Eye-B, yang menggunakan teknologi LiDAR dan mendukung otonomi Level 3 hingga Level 4.

Program tanggung jawab ini mulai berlaku di pasar Tiongkok pada 2026. Namun, BYD menegaskan bahwa cakupan jaminan hanya berlaku untuk konsumen di Tiongkok, bukan di pasar lain termasuk Indonesia. Setelah masa 12 bulan berakhir, tanggung jawab kembali ke pengemudi.

Mobil lIstrik BYD Atto 1 Facelift Meluncur Beijing Auto Show 2026. (Foto: Autohome)

Jaminan ini hanya berlaku di China, di mana BYD memiliki basis pengguna terbesar. Perusahaan memanfaatkan data perjalanan harian yang mencapai 200 juta kilometer untuk terus menyempurnakan algoritma autopilot.

Distribusi data ini dikelola oleh lebih dari 5.000 insinyur yang fokus pada pengembangan perangkat lunak dan perangkat keras.

Langkah ini diambil untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap teknologi autopilot. Dengan menanggung risiko kerusakan, BYD ingin menunjukkan bahwa sistem God’s Eye cukup aman dan layak digunakan.

Selain itu, data masif dari jutaan kendaraan memungkinkan BYD mengukur akurasi sistem dan menindaklanjuti insiden secara transparan.

Baca Juga: Sukses Jualan EV, BYD Kini Kembangkan Robot Humanoid

BYD Atto 1. (BYD)

God’s Eye-B menggabungkan sensor LiDAR, aktuator listrik, baterai, platform komputasi, dan model AI. Sistem ini mampu mengendalikan mobil dalam berbagai skenario perkotaan dengan perhatian pengemudi yang lebih sedikit.

Chip otomotif terbaru Xuanji A3 berteknologi 4 nanometer menjadi otak utama, mendukung integrasi perangkat lunak dan hardware BYD untuk autopilot serta advanced driver assist system.

Bagi konsumen di Tiongkok, jaminan ini memberi rasa aman saat mencoba teknologi autopilot. Namun, bagi pasar lain seperti Indonesia, konsumen tetap harus menanggung risiko sendiri.

Meski begitu, langkah BYD bisa jadi contoh bagaimana produsen mobil listrik berusaha membangun kepercayaan terhadap teknologi otonom.

Load More