Dengar-dengar, ia akan merapat ke Barito Putra. Harga pasaran mantan pemain Persebaya Surabaya ini turun.
Nama Osvaldo Haay, mantan pemain sepak bola Persebaya Surabaya menjulang saat ikut mengantar sukses Timnas Indonesia di Piala AFF U-22 2019.
Dikutip dari bursa Transfermarkt, nilai tertinggi pemain bola kelahiran Jayapura, 17 Mei 1998 bernama lengkap Osvaldo Ardiles Haay ini adalah Rp 5,3 miliar. Akan tetapi, kini banderol yang dikantonginya turun ke Rp 2,8 miliar.
Bermain di manakah Osvaldo Haay saat ini?
Dikutip dari Denpasar Suara.com, setelah lama menganggur, Osvaldo Haay disebut-sebut bakal dipinang Barito Putera.
"RUMORS: Mantan pemain Persija Jakarta dan Persebaya yakni Osvaldo Haay dikaitkan dengan klub asal Kalimantan yakni Barito Putera," demikian tulis akun Instagram @ligawakanda.id pada Minggu (24/09/2023).
Menurut akun ini,kabar mencuat setelah Osvaldo Haay klik follow akun Instagram official Barito Putera.
"Kabar terbaru Osvaldo Haay terpantau memfollow akun Instagram Barito Putera. Memang Osvaldo belum pernah bergabung dengan Barito Putera apakah di putaran kedua musim ini benar-benar akan bergabung atau dengan klub lain," bunyi keterangan selanjutnya demikian.
Sebelum menyandang status tanpa klub seperti sekarang, Osvaldo Haay pernah membawa Timnas Indonesia menjadi juara di Piala AFF U-22 pada 2019. Serta meraih medali perak dalam SEA Games 2019.
Dari Persebaya Surabaya, Osvaldo Haay bergabung ke Persija Jakarta. Itulah puncak karier di mana banderol yang disandangnya tembus Rp 5 miliar.
Sampai performanya mengalami penurunan drastis hingga tidak dimainkan lagi oleh Persija pada musim 2022/2023.
Sampai kini ia belum bergabung dengan salah satu klub pro di Tanah Air, dan selain dirumorkan akan ditarik Barito Putra ia juga diminati Persib Bandung. Sekali lagi, masih sebatas rumor.
Berita Terkait
-
Bincang-Bincang Erick Thohir dan Marc Klok: Sepak Bola Menuju Industrialisasi, Timnas Indonesia Jadi Produk Unggulan
-
Hore, Ramadhan Sananta Sudah Mendarat dan Ini Prediksi Formasi Timnas Indonesia di 16 Besar Asian Games 2022
-
Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026: Marselino Ferdinan Kabarkan Kondisi dalam Bahasa Jawa Renyah, Pemain Naturalisasi Rp 40 M Gegar Otak
-
Kalau Pratama Arhan Main di Korea Bakal Bisa Bikin Gelombang K-Football Bareng Asnawi Mangkualam seperti K-Pop di Indonesia?
-
Hari Ini Ramadhan Sananta Mendarat dan Perkuat Timnas Indonesia di Asian Games 2022, Beckham Putra Tidak Jadi Berangkat Bareng?
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Menteri PPPA Ungkap Kondisi Perempuan yang Diduga Disekap Pacar Selama Tiga Tahun di Bandung
-
Uang Palsu Beredar di Lombok, Ini Wajah Pelaku yang Ditangkap
-
Cerita Jeda Babak Pertama Mesir yang Bangkit dan Raih Kemenangan Perdana di Piala Dunia 2026
-
Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Gene Bank Indonesia Berjalan Optimal untuk Kesehatan Nasional
-
Dilema Orang Tua Cari Sekolah Anak: Negeri Rumit, Swasta Tak Ada Duit
-
KPK Bongkar Dedi Congor Nikmati Uang Panas Rp30 Miliar dari Kasus Bea Cukai
-
Respons Mohamed Salah Usai Bantu Mesir Cetak Sejarah Baru di Piala Dunia
-
Jejak Pelarian Michael Steven Berakhir: Buronan Kasus Pasar Modal Rp337 M Dipulangkan ke RI
-
Tanggapi Posisi Politik PDIP, AHY Singgung Pengalaman Demokrat Pernah Jadi Oposisi
-
Bukan Soal Jumlah, Frekuensi Pakaian Dapat Tentukan Dampak Lingkungan