Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang sepakat mengajukan Prabowo Subianto sebagai calon presiden (cawapres) sering kali dianggap sebagai koalisi gemuk.
Pasalnya koalisi tersebut berisi partai-partai besar seperti Gerindra, Golkar, Demokrat, PAN, Hanura, hingga partai baru Gelora.
Kendati berisi partai besar, salah satu Wantimpres Joko Widodo atau Jokowi, Sidarto Danusubrotomalah menyebut baha koalisi Prabowo terkesan bau amis.
Pasalnya menurut Sidarto Danusubroto, tak sedikit partai pendukung Prabowo diprotes kader di bawah karena tak setuju dengan pilihan para elit.
"Saya terus terang dengan mendadak mendukung Prabowo itu saya bilang bau amis di sana, ada yang enggak enak aja di situ," ungkap Sidarto Danusubroto dalam perbincangan di kanal YouTube Zulfan Lindan Unpacking Indonesia.
"Bukan totally didukung internal enggak itu lebih pribadi soal ketua umumnya aja," tandasnya.
Sidarto Danusubroto juga tegas menyarankan agar Prabowo berdiri sendiri tanpa bawa-bawa Jokowi.
"Untuk nyapres itu enggak boleh nebeng popularitas orang lain enggak boleh. Dia harus promo themself, who am i?," ujar Sidarto dalam perbincangan di kanal YouTube Zulfa Lindan Unpacking Indonesia.
"Leadership harus ada enggak perlu seorang capres nebeng dengan gambar presiden enggak boleh, dia harus promo themself, Prabowo juga harus gitu, siapa dia sejarahnya gimana, ganjar bagaimana di Jawa Tengah, Anies di jakarta juga gitu," paparnya.
Baca Juga: Susunan Pemain Timnas Indonesia U-24 vs Uzbekistan: Ramadhan Sananta Jadi Andalan di Lini Depan
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
Terkini
-
Sekjen PDIP: Hadapi Krisis, Pemerintah Harus Berani Pangkas Pengeluaran Tak Perlu
-
Tolak Usul JK Naikkan BBM, Gibran: Perintah Presiden Jelas, Harga Harus Tetap Terjangkau!
-
Mengapa Toyota Supra MK4 dan Nissan GT-R R34 Jadi Mobil Favorit Banyak Orang?
-
Privilege yang Tak Terlihat: Mengapa Kita Sering Menghakimi Tanpa Memahami?
-
Lampu Kristal di Rumah Triplek: Analisis Mahasiswa IT soal Digitalisasi Pemerintah yang Rapuh
-
HP Murah Infinix Hot 70 Muncul di Google Play Console, Usung Memori Lega
-
5 Shio Paling Hoki pada 10 April 2026, Bakal Mandi Cuan dan Kebahagiaan
-
Panas! Donald Trump Minta 'Jatah Preman' di Selat Hormuz, Inggris Marah Besar
-
6 Parfum Wanita Aroma Bunga dari Brand Lokal, Bikin Aura Elegan dan Berkelas
-
Siasat Pedagang Sari Kedelai Surabaya: Cara Bertahan di Tengah Badai Kenaikan Harga Plastik