/
Minggu, 01 Oktober 2023 | 20:25 WIB
Prabowo Subianto ((fraksigerindra.id))

Rumor Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mencekik dan menampar Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi di ruang rapat kabinet sempat menggegerkan publik belakangan ini.

Terkait rumor tersebut, Prabowo dan Harvick sudah buka suara. Keduanya menepis adanya peristiwa pencekikan dan penamparan tersebut.

Kini, setelah sempat heboh soal rumor tersebut, Prabowo dan Harvick berkesempatan bertemu dan berfoto bersama.

Momen ini terjadi saat keduanya hadir di acara Hari Kesaktian Pancasila yang digelar di Monumen Pancasila Sakti pada Minggu (1/10/2023).

Dilihat dari unggahan Instagram Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi, Prabowo tampak berfoto bersama dengan Harvick dan beberapa orang lain, termasuk Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo.

Harvick tampak tersenyum semringah dalam foto tersebut. Beda dengan Prabowo yang menampakkan ekspresi datar di momen tersebut.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, publik dihebohkan dengan cerita seorang menteri sekaligus bakal calon presiden yang menampar dan mencekik wakil menteri di ruang rapat kabinet. 

Cerita tersebut disebarkan oleh Direktur Seword Media Utama, Alifurrahman Asyari, melalui video yang diunggah di kanal YouTube-nya SEWORDTV.

"Ada salah satu bakal calon presiden yang dikabarkan menampar wakil menteri dari kabinet Jokowi, benarkah hal tersebut?" tulis pengunggah video dikutip Senin (18/9/2023).

Baca Juga: Dibanding Erick Thohir, Mayoritas Warga NU Cenderung Pilih Ridwan Kamil Jadi Cawapres

Melalui video tersebut, Alifurrahman mengungkapkan bahwa cerita seorang bacapres yang menampar dan mencekik wamen itu awalnya beredar di grup WhatsApp.

"Ada salah seorang capres yang masih menjadi menteri itu katanya mencekik salah satu menteri. Jadi ada capres menteri nyekik wakil menteri saat rapat kabinet belum mulai dan sebelumnya katanya ditampar. Ini kemudian ditanyakan di grup WA," ujar Alifurrahman.

Pada saat peristiwa itu terjadi, Alifurrahman membeberkan bahwa para menteri lain langsung mencoba melerai.

"Dalam situasi yang seperti itu para menteri akhirnya melerai karena sudah chaos" terangnya.

Load More