/
Selasa, 03 Oktober 2023 | 13:12 WIB
Pratama Arhan ((Instagram))

Bek Timnas Indonesia, Pratama Arhan dicibir Marshella Aprilia dan teman-temannya miskin.

Selain masih kerap dipanggil Timnas Indonesia, Pratama Arhan masih tercatat bergabung di Tokyo Verdy.

Dalam waktu dekat, Pratama Arhan diisukan akan pindah ke Suwon FC, di Korea.

Kesuksesan yang didapat Pratama Arhan, tidak lepas dari dukungan dan peran penting keluarga. 

Mari simak fakta keluarga Pratama Arhan yang menarik dipantau.

1. Pratama Arhan berasal dari keluarga dengan ekonomi kurang mampu

Pratama Arhan (sumber: (Instagram/@Pratamaarhan8))

Bernama lengkap Pratama Arhan Alif Rifai, tinggal di daerah Dukuh Karangnongo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo, Blora, Jawa Tengah.

Arhan lahir dari pasangan Sutrisno dan Surati, merupakan anak kedua dari dua bersaudara.

Diketahui sang ayah adalah seorang petani dan ibundanya bekerja sebagai pedagang sayur keliling di desa tempat tinggalnya.

Baca Juga: Inara Rusli soal Kedekatan Virgoun dan Kia Poetri: Yang Penting Ingat Anak

Namun, setelah ayahnya sakit, Surati diketahui jadi tulang punggung keluarga,

2. Dukungan penuh dari keluarga demi Pratama Arhan menjadi pesepak bola terkenal, hingga menjual kambing

Untuk mendapatkan biaya Arhan mengikuti kompetisi, kedua orang tuanya sempat menjual kambing hinngga gabah.

Dukungan itu dilihat dari kesukaan Arhan kepada sepak bola sejak kecil.

Menurut Surati, Arhan tergabung dengan sekolah sepakbola (SSB) di Kabupaten Blora saat kelas 4 SD.

Sang ayah pun rela mengantar jemputnya saat mengikuti SSB dengan jarak yang ditempuh dari rumah, sekitar 12 kilometer. 

Pratama Arhan (sumber: (instagram/@pratamaarhan8))

Suatu ketika, Surati bercerita jika Arhan menangis tak diantarkan ke SSB karena cuaca di luar rumah sedang hujan. 

Melihat anaknya menangis, dia tetap diantarkan. 

3. Dibelikan sepatu murah dan langsung jebol 

Pratama Arhan sempat pernah merasakan sulit membeli sepatu bola karena tidak punya lebih. 

Akhirnya dia dibelikan sepatu sepakbola seharga Rp25 ribu.

Sayangnya, sepatu yang dibelikan orang tuanya itu untuk mengikuti turnamen sepak bola langsung jebol, saat pertama kali digunakan.

Kondisi ekonomi yang kurang mampu memang membuat Arhan kesulitan untuk mendapatkan perlengkapan latihan. 

Demikianlah perjuangan seorang Pratama Arhan untuk menjadi pemain sepak bola profesional.

Load More