/
Selasa, 10 Oktober 2023 | 08:42 WIB
Edo Febriansyah (kanan) dalam Liga 1 ([Yulius Satria Wijaya/aww].)

Dari latihan perdana Timnas Indonesia Senior, dua pemain dari daftar belum ikut turun melemaskan otot.

Pada Senin (9/10/2023) Timnas Indonesia menggelar latihan perdana di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan Jakarta. Dari 26 nama yang dipanggil Coach Shin Tae-yong, ada dua di antaranya yang tengah cedera.

Yaitu Edo Febriansyah (Persib Bandung) yang mengalami cedera pergelangan kaki atau ankle bagian kanan, dan Marselino Ferdinan (KMSK Deinze Belgia) di bagian paha berupa kondisi otot tertarik atau hamstring.

Dikutip dari laman resmi pssi.org, Coach Shin Tae-yong menyatakan latihan pertama ini dilakukan untuk pemulihan.

"Karena banyak pemain baru datang (dari klub) setelah selesai pertandingan. Sedangkan  pemain-pemain yang datang dari luar negeri lama di perjalanan," papar pelatih kepala PSSI itu.

Berdasar keterangan ini, pemain yang cedera tidak dipush untuk melakukan latihan yang terdiri dari peregangan otot sambil duduk di matras, lari kecil keliling lapangan, peregangan otot sambil berdiri, passing bola-bola pendek yang dikombinasikan dengan gerakan, serta rondo.

Sebagaimana disebutkan Ronny Pangemanan dalam podcastnya Bung Ropan, di kanal YouTube, Marselino Ferdinan belum pulih 100 persen dari kondisi hamstring atau otot paha tertarik.

"Akan tetapi klub tempatnya bermain pro, KMSK Deinze, Belgia memberikan izin untuk terbang ke Indonesia. Meskipun dengan catatan agar tidak dipaksakan bermain. Ia adalah aset bagi klubnya sekaligus bagi Timnas Indonesia," papar Ronny Pangemanan sebagaimana dikutip Metro Suara.com.

Senada Edo Febriansyah, ia juga dilepas klub tempatnya bernaung, Persib Bandung meski dalam kondisi masih cedera. Salah satu alasan yang bisa disodorkan adalah pergelaran ini masuk dalam kalender Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) sehingga tidak boleh ditahan atau dihambat.

Itu sebabnya dua nama pemain tadi ada di lapangan meski pun belum melahap porsi penuh latihan yang diberikan Coach Shin Tae-yong.

Penampilan Marselino Ferdinan saat bertanding melawan Palestina di FIFA Matchday 2023 Juni (sumber: (pssi.org))

Dua nama ini, Edo Febriansyah dan Marselino Ferdinan sama-sama menjadi andalan pelatih kepala PSSI asal Korea Selatan itu. Khususnya untuk menangani lini penyerangan, dengan Marselino di posisi gelandang dan Edo di bek kiri.

Kekinian, banderol Edo Febriansyah serta Marselino Ferdinan terpaut sekira Rp 1 miliar, yaitu Edo yang berpostur 173 cm kelahiran 25 Juli 1997 berada di Rp 4,35 miliar. Sedangkan Marselino yang memiliki tinggi 176 cm kelahiran 9 September 2004 memiliki harga pasar Rp 5,21 miliar.

Tingginya banderol ini juga menunjukkan kedua pemain bernilai bagus dan diminati klub pro, lewat pemberian apresiasi skill dan performa berupa nilai nominal untuk transfer.

Harapannya, tentu saja Edo Febriansyah dan Marselino Ferdinan segera sembuh sehingga makin kuat melapis lini serang Timnas Indonesia. Apalagi dengan banderol tinggi, yang menunjukkan kualitas permainan mereka berdua.

Load More