- Keluarga korban kekerasan aparat mendatangi Mahkamah Konstitusi pada Kamis, 7 Mei 2026 untuk menyerahkan berkas kesimpulan uji materi.
- Pemohon menggugat Undang-Undang Peradilan Militer guna menuntut perlindungan hak asasi manusia serta supremasi hukum bagi warga sipil.
- Para pemohon berharap Mahkamah Konstitusi mendorong reformasi peradilan militer agar proses hukum terhadap aparat menjadi transparan dan akuntabel.
Suara.com - Keluarga korban kekerasan yang diduga melibatkan aparat TNI mendatangi Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menyerahkan berkas kesimpulan dalam gugatan uji materi Undang-Undang Peradilan Militer.
Mereka menilai sistem peradilan militer selama ini belum memberi rasa keadilan bagi warga sipil.
Dua pemohon dalam perkara tersebut ialah Lenny Damanik dan Eva Meliani Pasaribu, yang sama-sama kehilangan anggota keluarga dalam kasus yang diduga berkaitan dengan kekerasan aparat.
Kuasa hukum pemohon, Irfan Saputra, mengatakan pengajuan judicial review itu bukan sekadar mempersoalkan yurisdiksi peradilan militer, melainkan menyangkut perlindungan hak asasi manusia (HAM).
"Hari ini kami dari Tim Reformasi Sektor Keamanan telah memasukkan kesimpulan dalam permohonan judicial review terkait Undang-Undang Peradilan Militer dalam nomor perkara 260," kata Irfan Saputra kepada wartawan di Gedung MK, Jakarta Pusat, Kamis (7/5/2026).
Menurut Irfan, sistem peradilan militer saat ini dinilai masih menyisakan persoalan serius bagi masyarakat sipil yang menjadi korban.
"Isu peradilan militer yang hari ini kita bawa kemari bukan semata-mata tentang isu pembatasan yurisdiksi, melainkan tentang perlindungan hak asasi manusia dan supremasi hukum," katanya.
"Oleh karena itu, melalui isu peradilan militer ini seyogyanya banyak warga negara yang menjadi korban atas ketidakadilan peradilan militer," imbuhnya.
Lenny Damanik merupakan ibu dari Michael Hitson Sitanggang, remaja berusia 15 tahun yang tewas diduga akibat penganiayaan oleh prajurit TNI Sertu Reza Pahlivi pada 2024 lalu.
Baca Juga: Motif 'Sakit Hati' Gugur di Persidangan! TAUD: Serangan ke Andrie Yunus Itu Operasi, Bukan Dendam
Sementara Eva Meliani Pasaribu adalah anak dari Rico Sempurna Pasaribu, seorang jurnalis di Karo, Sumatera Utara, yang meninggal dunia bersama istri, anak, dan cucunya dalam kebakaran rumah yang diduga berkaitan dengan pemberitaan soal perjudian yang diduga melibatkan oknum anggota TNI.
Mereka berharap Mahkamah Konstitusi dapat membuka jalan reformasi peradilan militer agar proses hukum terhadap aparat lebih transparan, akuntabel, dan menjamin keadilan bagi masyarakat sipil.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi
-
Sentil Pihak yang Suka Gaduh Usai Pemilu, Prabowo: Saya Kalah 4 Kali Tak Pernah Ribut
-
Penolakan JC Sony Sonjaya Dinilai Hambat Pengungkapan Nama-Nama Penting di Kasus MBG
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Dishub DKI Siapkan Shelter hingga Relaksasi Parkir bagi Ojek Online
-
Jejak Sadis Taufik Hidayat: 4 Indekos Jadi Saksi Bisu Yuvita Dibuat Buta hingga Lumpuh
-
Polisi Bongkar Home Industri Narkoba, Kamar Apartemen Disulap Jadi Tempat Produksi
-
Sekap dan Siksa Yuvita Pakai Helm, Sajam hingga Rokok: Taufik Hidayat Ternyata Penjahat Kambuhan!