Edi Darmawan kembali susumbar jika dirinya memiliki video yang menjadi bukti kunci dari kasus pembunuhan anaknya Mirna Salihin, oleh Jessica Wongso.
Edi Darmawan Salihin mengungkap jika dirinya memiliki bukti video yang menurutnya menjadi momen di mana Jessica Wongso memasukkan racun sianida di dalam kopi milik Mirna Salihin.
Dia mengungkapkan hal itu dalam program acara TV bersama Karni Ilyas, belum lama ini.
Edi Darmawan Salihin menunjukkan kepada Karni Ilyas dan kamera, video yang diklaimnya sebagai bukti penting itu.
"Ini dia masukin sesuatu nih, sianida nih, ini ini kita di Polda waktu Pame-rame, sama Pak Tito, ada Pak kKrisna, nah jadi kita potong dulu sambil nunggu loading dulu," ujarnya sambil menunjukkan video tersebut, dikutip Selasa (10/10/2023).
Edi Darmawan Salihin juga mengungkapkan alasan jika video tersebut tidak ditampilkan saat persidangan.
"Ini kenapa kita nggak ngeluarin pas sidang, kita nggak mau dia dihukum mati. Biarin dia kesiksa kalau seumur hidup, maksud saya begitu," ungkapnya.
Menurut ayah almarhum Mirna Salihin itu, video itu tidak pernah dia perlihatkan ke manapun.
"Perhatikan tangan kiri dia, ini belum pernah dikeluarkan," ujarnya lagi.
Baca Juga: Terciduk Ketemu di Andara, Warganet Salfok dengan Baju Fuji dan Asnawi Mangkualam: Kode Terus
Pernyataan Edi Darmawan itu menuai tanya besar dari para warganet.
Sebagian besar merasa, jika video itu memang bukti kunci dari kasus pembunuhan anaknya, kenapa tidak diserahkan di saat itu oleh Edi sebagai seorang ayah, di mana korbannya adalah anaknya sendiri.
"Bisa jadi hukuman Jessica orderan ayah mirna, karena secara tidak langsung di semua wawancara, dia mengatakan kedekatannya dengan pihak kepolisian," ungkap eka*********.
"Kasus jesica membingungkan tapi lihat bapaknya mirna malah mencurigakan...," kata mai*********.
"Ngga masuk Nurul pak kalau bukti sepenting itu ngga ditunjukan di pengadilan, aneh kita orang awam aja dengernya kocak apalagi orang-orang pinter yang terlibat kaya gitu ngga dijadiin bukti," komentar vit*********.
Berita Terkait
-
Ekspresi Melongo Karni Ilyas saat Mendengarkan Pernyataan Edi Darmawan Salihin soal Kasus Jessica Wongso Jadi Trending Topik
-
Istri Kedua Edi Darmawan Salihin Meninggal Mendadak Jadi Sorotan: Jangan-jangan Diracun!
-
Viral Jawaban Ayah Mirna Edi Darmawan Salihin Keceplosan Punya Botol Racun Sianida, Picu Tanda Tanya Pelaku Sesungguhnya
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati