Bagaimana menikmati sajian laga bola saat hujan, berikut sederet ciri-ciri dan eksekusinya.
Sebagai arsitek dan pelatih Timnas Indonesia, Coach Shin Tae-yong adalah orang nomor satu yang berdiri di depan para anak asuhnya untuk menyambut laga preliminary Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia lawan Brunei Darussalam.
Selesai laga kandang pada Kamis (12/10/2023) di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, kini bakal berlangsung laga tandang pada Selasa (17/10/2023) di Stadion Sultan Hassanal Bolkiah, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam.
Persiapan tengah berjalan, latihan resmi atau official practice pada Senin (16/10/2023) batal digelar karena terjadi hujan deras. Untuk itu, Coach Shin menyatakan ada perubahan game plan. Di luar adanya rotasi pemain yang akan ia terapkan nanti.
Dikutip dari Soccersden, sepak bola adalah permainan yang sempurna untuk dimainkan di segala musim dan beragam cuaca. Akan tetapi, eksekusi dan antisipasi saat air tercurah dari langit perlu dilakukan agar permainan membuahkan kemenangan.
Meski Coach Shin Tae-yong tidak membeberkan perubahan game plan, akan tetapi beberapa ciri permainan secara umum bisa disimak saat sebuah laga sepak bola dimainkan di saat hujan.
Berikut adalah beberapa di antaranya, main bola di saat hujan turun atau lapangan basah oleh air sampai salju:
* Kecepatan bola bertambah
Kecepatan adalah kunci serangan balik. Curah hujan yang berlebihan akan menimbulkan genangan air. Kecepatan alami bola akan sedikit lebih rendah, sehingga para pemain harus menambah kecepatan pada bola.
Dribbling mesti dilakukan dalam kondisi full seed. Tujuannya meningkatkan ketangkasan dan waktu reaksi saat bermain.
* Main bola di bawah guyuran hujan berpotensi salah operan
Baik medan hujan air, salju, serta kondisi lapangan berlumpur bisa mempengaruhi kemampuan bermain alami saat pemain di lapangan.
Akurasi tendangan untuk assist bisa menghasilkan kondisi berbeda di area tergenang air.
Satu kesalahan dalam operan mampu mengubah skenario permainan sepenuhnya.
Sehingga bola sebaiknya terus dibawa sendiri kecuali lawan menghalangi secara kuat.
* Akan banyak kejadian lari-lari
Pasalnya pemain harus lebih banyak bermain lari karena passing lebih sulit dilakukan dalam kondisi basah.
* Perlu membidik rendah, bukan tinggi
Dalam kondisi hujan, bola kemungkinan besar akan meluncur keluar permukaan lebih cepat. Di area dengan genangan air, bola bisa segera berubah kecepatan dan arahnya.
Berita Terkait
-
Laga Timnas Indonesia vs Brunei Bagian Kedua di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Bisa Batal Bila Memenuhi Kriteria Ini
-
Timnas Indonesia Pakai Sepatu Pull Besi Cegah Slippery When Wet Nanti Malam, Ini Daftar Perlengkapan Merumput Basah
-
Tiga Gaya Pemain Timnas Indonesia Pakai Topi Pet: Cara Elkan Baggott Paling Mudah, Gaya Rafael Struick Paling Unik
-
Setelah Ada Nickname Hellkan Buat Elkan Baggott, Giliran Rafael Struick Bikin Panggilan untuk Ivar Jenner
-
Saat Ketua Umum PSSI Kenalkan Bek Banderol Rp 8,25 M Ini, Semua Memanggilnya Sayang Sebagai Mas Tejo
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Cuma Data yang Dicuri, Kejahatan Siber Kini Bisa Menguras Tabungan
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru