Pemain Timnas Indonesia ini menciptakan suasana blending tidak hanya dalam lapangan, namun di kehidupan keseharian.
Bagaimana rasanya menjadi seseorang dengan galur keturunan Indonesia dan hidup jauh di luar sana, yang baru saja mencicipi kehidupan keseharian di Tanah Air, termasuk pengalaman bersekolah di sini?
Tanyakan kepada Sandy Walsh, pemain Timnas Indonesia yang dalam dunia bola pro bergabung dengan KV Mechelen, Belgia serta mengantongi banderol Rp 34,76 miliar.
Ia baru saja mengunggah aktivitasnya selama di Indonesia, dalam kapasitas bukan di lapangan hijau alias tidak sedang sepak bola.
"Seperti yang sudah saya katakan berkali-kali, selagi berada di Indonesia, selain main bola ingin menghabiskan banyak waktu dengan anak-anak. Utamanya melihat dari dekat bagaimana mereka bersekolah, dan mendapatkan pendidikan," paparnya dalam unggahan duet Sandy Walsh dan ranksports.id.
Lelaki kelahiran Bruxelles, Belgia, 14 Maret 1995 ini mengadakan school visit ke Sekolah Cikal di kawasan Jakarta Selatan dan menjadi motivator buat murid-murid di lembaga pendidikan itu.
Selain menjadi pembicara, Sandy juga membubuhkan tanda tangan sebagai memorabilia murid, antara lain di sepatu dan buku, lantas potret bersama.
Dan tak ketinggalan, ia juga mengikuti kegiatan belajar alias sekolah di sana.
"Saya sudah ikut sekolah sehari di sini, jadi sudah dapat ijazah juga," ungkapnya sembari tersenyum bahagia, memamerkan sertifikat kelulusan murid.
Latar belakang gambarnya memegang ijazah tidak kalah seru, karena berupa peta Indonesia. Jadi mengingatkan pada momen Sandy Walsh bersama Timnas Indonesia dan penonton di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta menyanyi bersama,
Yaitu saat laga leg pertama lawan Timnas Brunei dalam preliminary Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia (12/10/2023).
Bila di awal laga seluruh pemain Timnas Indonesia menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dalam penutup mereka menyanyikan salah satu lagu Nasional, dengan lirik lagu yang berbunyi, "Tanah Airku tidak kulupakan, 'kan terkenang, selama hidupku. Biar pun saya pergi jauh, tidak 'kan hilang dari kalbu. Tanahku yang kucintai, engkau kuhargai."
Kini Sandy Walsh pun memiliki pengalaman, bagaimana rasanya bersekolah di Indonesia. Meski hanya sehari, rasanya mampu membuatnya semakin kenal negeri kita bersama.
Berita Terkait
-
Dari 26 Pemain Timnas Indonesia Hanya Seperlima Tidak Main Sama Sekali di Brunei, Hasil Rotasi Shin Tae-yong Panen Gol
-
Pernah Patah Hati Indonesia Batal ke Piala Dunia U-20, Penyerang Banderol Rp 3,04 M Ini Jadikan Brace di Brunei Motivasinya
-
Bromance Timnas Indonesia: Rafael Struick-Marc Klok Main Ludo, Siap Ketemu Lagi di Laga Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Kisah Kiper Banderol Rp 3,91 M yang Dapat Roti Pagi-pagi dari Coach Shin Tae-yong karena Kirim Pesan Mobile
-
Like Father Like Son, Beda Kalimat Namun Punya Tujuan Sama Bikin Timnas Indonesia Catat Agregat 12-0 atas Brunei
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Ratusan Pendaki Padati Gunung Lawu Demi Ritual 1 Suro
-
Jangan Lupa! Ada Diskon Tiket Kapal Feri Selama Libur Sekolah, Catat Tanggalnya
-
Emiten HGII Tebar Dividen Buat Pemegang Saham, Berapa Besarannya?
-
Kemenangan Buyar di Menit Akhir, Respons Frenkie de Jong Usai Belanda Ditahan Jepang
-
Siswa Kurang Mampu di Batam Bakal Terima Subsidi Biaya Pendidikan per Bulan
-
Harry Potter and the Order of the Phoenix: Ketika Visi Gelap Menjadi Nyata!
-
Karapan Marmot, Tradisi Unik Penyambut Musim Kemarau di Lumajang
-
Skandal di Balik Kemenangan Jerman 7-1 atas Curacao, Petugas VAR Diselidiki FIFA
-
Cek Rute Alternatif! Ini 10 Ruas Jalan yang Ditutup Saat Rombongan Presiden Jerman Melintas
-
AS - Iran Sepakat Damai: Selat Hormuz Dibuka, Harga Minyak Dunia Anjlok