Kalimat innalillahi wa ina ilaihi rojiun tak jarang dimaknai sebagai ucapan duka. Padahal, kalimat itu bermakna "Sesungguhnya kami milik Allah dan kepadanyalah kami kembali".
Innalillahi juga merupakan doa istirja. Kalimat itu sendiri disarankan diucapkan oleh seorang uslim ketika tertimpa musibah, ujian, cobaan maupun kejadian buruk.
Meski merupakan doa, tak banyak atau bahkan nyaris tak ada yang menggunakannya untuk sebuah nama. Padahal, kata yang berasal dari surat Al-Baqarah ayat 155-156 bermakna bentuk keyakinan bahwa di dunia ini tidak ada yang abadi, sebab semuanya akan kembali ke pemiliknya, yaitu Allah SWT.
Berbeda dengan orang kebanyakan, seorang pemilik toko di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat menamai toko miliknya dengan nama Toko Innalilahi.
Jalan Nasional III tepatnya di Kelurahan Jatisari, Kecamatan Tanjungsari.
Terletak persis di bahu jalan, toko dengan luas sekira 4x4 meter ini cukup mengundang perhatian pengendara yang melintas. Bukan tanpa alasan, beberapa spanduk dengan latar putih dan tulisan merah yang berisi tulisan Toko Innalillahi berjajar rapi menandakan keberadaan toko tersebut.
Saat menemui sang pemilik toko, Ritno Destiaman membeberkan alasan mengapa ia memilih nama toko Innalillahi untuk usaha yang ia lakoni. Meski kata Innalillahi terdengar menyeramkan, ia memilih nama tersebut agar mudah diingat oleh pembeli.
"Jadi, kenapa kita memilih nama Toko Innalillahi karena kita kebetulan menyediakan alat-alat dan keperluan untuk pemulasaraan jenazah. Memang agak berbeda dengan yang lain, tapi kita pilih nama itu karena kita menjual barang yang berhubungan dengan kematian," ujar Ritno dikutip dari Ayobandung.com, Minggu (11/12/2022).
Menurut Rinto, meski nama tokonya identik dengan kematian, usaha yang ia tekuni ternyata sudah berjalan selama puluhan tahun. Bahkan, toko yang berada di Tanjungsari merupakan cabang pertama yang ia buka.
Baca Juga: Anies Baswedan Belum ke Sumsel, Prabowo Subianto Datangi Sumsel Hari Ini
"Toko Innalillahi ini sudah berjalan selama 20 tahun. Toko pertama di Pasar Kota Sumedang dan yang kedua di sini, Tanjungsari. Ya alhamdulillah dengan nama toko Innalillahi ini orang ketika ada sanak saudaranya yang meninggal ingatnya ke toko Kita," jelasnya.
Rinto menjelaskan, toko Innalillahi beroperasi selama 24 jam penuh. Tak jarang, kata dia, banyak pelanggan yang datang tengah malam untuk membeli keperluan untuk pemulasaraan jenazah seperti kain kafan, kapur barus, minyak wangi hingga berbagai macam bunga.
"Kualitas barang yang kita jual juga gak asal ada, beberapa barang seperti tikar jenazah saya datangkan langsung dari Majenang kualitasnya bagus. Selain kain kafan, kita juga menyediakan padung kayu, tetenger, payung dan banyak lagi. Komplit lah," jelasnya.
Ia menyebutkan, untuk satu paket perlengkapan jenazah dihargai Rp 300 ribu. Harga tersebut belum termasuk diskon bagi para pelanggan.
"Tapi kalau bagi mereka yang berlangganan tentunya ada diskon, seperti biasanya untuk Dewan Keamanan Masjid (DKM), RT/RW dan pelanggan lainnya," ujarnya.
Ketika ditanya mengapa memilih untuk berjualan perlengkapan jenazah, Rinto dengan serius menjawab bahwa setiap orang yang hidup pasti akan bertemu dengan kematian.
"Maka, dengan usaha ini saya bisa mencari rezeki yang halal tanpa melupakan bahwa setiap makhluk hidup akan menemui ajalnya. Itulah alasan kita buka 24 jam, karena datangnya kematian tidak ada yang tahu," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Ampverse Resmi Ekspansi ke Indonesia, Andalkan AI dan Gaming Intelligence
-
Jadwal Liga Inggris Pekan Ini: Arsenal Vs Chelsea Jadi Sorotan, Manchester City Lawan Leeds United
-
Persib Bandung Hajar Madura United 5-0, Beckham Putra Masih Belum Puas
-
Cara Menghitung THR Ojol dan Simulasi Pencairan BHR 2026
-
Alasan ASUS ExpertBook P1 P1403 Cocok untuk Pebisnis UMKM
-
ESDM Tetap Gaspol Impor Migas USD 15 Miliar dari AS, Meski Ada Pembatalan Tarif
-
WNA Rasis di Medsos: Bisa Nggak Sih Dijerat Hukum Indonesia?
-
Nyawa Hampir Dicabut Malaikat Izrail, Striker Inggris Ini Lanjutkan Karier di Liga Qatar
-
Resmi Daftar Nikah, Byun Yo Han dan Tiffany Young SNSD Kini Sudah Sah Jadi Suami Istri
-
Mobil Belum Diterima Konsumen, Jaecoo Berpacu Produksi J5 EV