Sejumlah pihak di Kabupaten Garut, Jawa Barat dibuat resah dengan temuan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengenai jumlah komunitas lesbian, gay, bisexual dan transgender atau LGBT di daerah itu yang ditaksir mencapai ribuan orang.
MUI setempat menyatakan mereka menemukan ada tiga ribu LGBT yang ada di Garut. Terkait temuan itu, Ketua MUI Garut, KH Sirodjul Munir menyatakan bahwa perilaku LGBT adaah haram.
“LGBT dari fatwa MUI pusat adalah haram, perilakunya haram,” ujarnya Selasa (13/12/2022) dikutip dari Harapanrakyat.com.
Sebelumnya, massa dari Aliansi Umat Islam (AUI) Garut mendatangi DPRD Garut untuk melakukan audiensi terkait temuan adanya tiga ribu LGBT tersebut. Kiai Munir mengaku tak mengetahui terkait gerakan tersebut.
“Sampai saat ini terkait audiensi kita tidak tahu, ada pun mereka akan melakukan audiensi lanjutan dan harus dilibatkan Bupati, MUI, silahkan saja, akan tetapi, LGBT dari fatwa MUI pusat adalah haram, perilakunya haram,” tegas KH Sirodjul Munir.
Yang jelas, pihaknya sudah mendeteksi terkait keberadaan LGBT, namun jumlahnya relatif. Ia sendiri tak menjelaskan bagaimana metode pendeteksian dan penghitungan jumlah komunitas LGBT di Garut yang dilakukan oleh pihaknya.
MUI Kabupaten Garut pun mendukung penuh adanya regulasi khusus dari Pemerintah, untuk pencegahan LGBT semakin berkembang di Garut.
“Bisa sembuh, harus diobati, itu kan perilaku, penyakit. Perlu ada aturan untuk menyadarkan. Kami sudah mengetahui di Garut ada LGBT, kalo kami menemukan di daerah mana ada prakteknya, melakukan hal tersebut, kami wajib melakukan laporan,” tutup Ketua MUI.
Baca Juga: Profil Enzo Fernandez, Pemain Timnas Argentina yang Akan Berlabuh ke Liverpool
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana