/
Jum'at, 16 Desember 2022 | 20:38 WIB
Ilustrasi sayur lodeh tahu tempe. ([Shutterstock])

Polisi masih menyelidiki kasus penemuan potongan jari di sayur lodeh. Kekinian potongan daging ujung jari kuku manusia itu dikirim ke Jakarta untuk dilakukan uji forensik.

Kapolsek Tasifeto Timur, Ipda Mahrim menjelaskan kronologi penemuan potongan jari yang ditemukan warga Dusun Lamasi, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (8/12/2022) siang.

Kasus ini dilaporkan Petrus Watu (30), warga Dusun Umafatik, Desa Haitimuk, Kecamatan Weliman, Kabupaten Belu. 

Petrus menyebut awalnya dua temannya, Dion Klau dan Isto Foa, membeli lauk sayur lodeh tahu di warung makan di Dusun Baulenu, Desa Manleten.

Keduanya membeli sayur lodeh itu untuk santap siang. Selanjutnya mereka membawa pulang lauk tersebut. Setelah Dion dan Isto selesai makan, mereka menyisakan sedikit untuk Petrus.

Saat Petrus membelah isi lauk tahu di sayur lodeh, ia pun syok. Sebab, melihat sepotong daging ujung jari kuku manusia terlihat di dalam isi tahu.

Petrus lantas memberitahukan pada Dion dan Isto kemudian dilaporkan ke polisi. Mereka juga membawa barang bukti sisa sayur lodeh tahu dan potongan jari manusia.

Aparat Polsek Tasifeto Timur kemudian mendatangi lokasi kejadian dan mempertemukan kedua belah pihak. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi terkait laporan kasus ini.

Pemeriksaan Saksi

Baca Juga: Misteri Potongan Jari Manusia di Sayur Lodeh, Polisi Bawa ke Labfor Jakarta

Sementara itu, penyidik Polres Belu melaporkan jumlah saksi yang diperiksa terkait kasus potongan jari manusia di sayur lodeh, bertambah.

"Kita periksa lagi dua saksi terkait kasus ditemukannya potongan jari manusia tersebut," kata Kasat Reskrim Polres Belu, Iptu Djafar Awad Alkatiri, Jumat (16/12/2022).

Dua orang saksi yang diperiksa dari pihak warung serta satu lagi dari karyawan tempat pembuatan tahu yang digunakan untuk sayur lodeh. Total, sudah ada tujuh saksi yang telah diperiksa.

Dibawa ke Jakarta

Kekinian potongan jari manusia itu dibawa ke Jakarta untuk dilakukan uji forensik dari RS Bhayangkara Titus Uly Kupang.

"Barang bukti (potongan jari) sudah dikirim ke RSB Kupang (karena) mau dibawa ke Labfor (Laboratorium Forensik) Jakarta," kata Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim Polres Belu, Ipda Beggie Ferlando Pratama, Jumat (16/12/2022).

Beggie menambahkan, penyidik masih terus mendalami kasus penemuan potongan jari di sayur lodeh. Polisi telah meminta keterangan dari sejumlah pihak dan mengumpulkan bukti lainnya.

"Sudah ada empat orang saksi yang kita mintai keterangannya," ujarnya, dikutip dari Digtara.com--jejaring Suara.com.

Pada hari ini, penyidik juga kembali menjadwalkan pemeriksaan para saksi. Namun belum ada pihak yang dibidik sebagai pihak yang paling bertanggung jawab.

"Masih kita dalami," pungkasnya.

Load More