Sebuah patung kepala raksasa ditemukan di kawasan Hutan Maribaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Patung itu sempat diduga sebagai peninggalan sejarah karena bentuknya yang mirip arca Dwarapala yang kerap ditemukan di gerbang candi atau keraton di Jawa.
Namun kekinian, Mantan Kepala Balai Pengelolaan Tahura Ir H. Djuanda, Lianda Lubis memberikan keterangan berbeda.
Menurutnya, patung kepala raksasa serta ukiran manusia naik kuda itu merupakan karya dua orang seniman bernama Uno dan Sugandi, sekitar tahun 1972.
Ia menerangkan patung dan ukiran itu merupakan jenis karya seni outdoor yang dibuat dari campuran batu, semen, dan pasir.
Pada waktu itu, masyarakat melihat karya Uno dan Sugandi merupakan patung dan ukiran biasa. Namun seiring berjalannya waktu sehingga terjadi pelapukan dan ditumbuhi lumut, karyanya terlihat lebih artistik.
"Ini seperti karya seni outdoor yang pada waktu itu mungkin belum populer. Waktu dibuat orang lihat hanya patung biasa, tapi sekarang tatkala berlumut jadi lebih artistik. Kalau ada yang tanya ini peninggalan Belanda atau zaman kerajaan? jawabannya bukan. Ini peninggalan dua orang seniman," terang Linda saat dihubungi, Selasa (20/12/2022) dikutip dari Ayobandung.com--jejaring Suara.com.
Sebelumnya, warga Maribaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat dikejutkan dengan penemuan patung kepala manusia berukuran besar berdiameter sekitar tiga meter di tengah hutan Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Djuanda.
Patung kepala raksasa itu ditemukan oleh seorang warga bernama Koswara (42). Kondisinya telah ditumbuhi lumut namun masih lengkap dengan mulut, hidung, dan telinga.
Kondisinya yang tertutupi lumut dan semak belukar membuat patung ini tak terlihat dari jauh. Padahal posisinya berda di dekat objek wisata air terjun Curug Omas.
Baca Juga: Ini 5 Desa Terbaik di Indonesia, Ada yang Diakui UNESCO
Jika diamati dengan seksama, patung kepala ini mirip arca Dwarapala yang kerap ditemukan di gerbang candi atau keraton di Jawa. Bedanya, patung di Maribaya ini tak memiliki struktur badan lengkap karena hanya kepala saja.
Adapun lokasi penemuan ukiran mirip relief letaknya berada di sebuah lereng curam, sekitar 500 meter dari lokasi penemuan patung. Ukiran itu berisi sosok manusia berkuncir mengenakan selendang dan menaiki binatang serupa kuda.
Beda dengan patung, relief itu seperti buatan zaman modern. Terlihat sisa warna cat merah dan kuning pada bagian ukiran itu.
Koswara bercerita patung dan ukiran itu ditemukan saat dirinya memasang perangkap lebah. Menurutnya sejak kakek buyutnya, lokasi penemuan patung dan relief itu mempunyai sebutan nama berda yakni area bubutaan serta cadas kuda lumping.
Koswara tak mengira bahwa sebutan nama itu ternyata merujuk pada patung kepala berbentuk manusia yakni bubutaan dan ukiran manusia naik kuda yang kemudia disebut cadas kuda lumping.
"Almarhum bapak sering kesana tapi belum pernah mengajak saya karena masih kecil, setelah saya dewasa, saya menelusuri dan memang asal usul penamaan Bubutaan karena di sana terdapat batu atau patung mirip buta. Begitupun dengan cadas kuda lumping ternyata ada tandanya," kata Koswara, Selasa (20/12/2022).
Tag
Berita Terkait
-
Hengky Kurniawan Bawa Wajit Cililin ke Korea Selatan, Otak Netizen Langsung Traveling
-
Warga Lembang Temukan Kepala Raksasa di Tengah Hutan Maribaya, Ukurannya 100 Kali Lebih Besar dari Kepala Manusia
-
Kecelakaan Maut Bikin Warga Enggan Naik Kereta Capat Jakarta-Bandung: Gue Mah Ogah Dibayar Berapa pun
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar
-
Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup
-
Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus
-
Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik
-
PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur
-
Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai
-
Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda
-
Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati