/
Jum'at, 23 Desember 2022 | 16:39 WIB
Eks PS Kasubbagaudit Baggaketika Propam Chuck Putranto saat menjalani sidang obstruction of justice kasus Brigadir J di PN Jakarta Selatan. ((Suara.com/Rakha))

Chuck Putranto mengaku takut bertanya pada Ferdy Sambo setelah melihat jenazah Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat tergeletak di samping tangga.

Hal itu disampaikan Chuck saat jadi saksi mahkota dalam persidangan obstruction of justice dengan terdakwa Irfan Widyanto di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (23/12/2022).

Chuck menceritakan, saat itu dirinya datang ke rumah dinas Ferdy Sambo di kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, di hari Yosua dieksekusi pada 8 Juli 2022.

"Pak Ferdy Sambo keluar (dari rumah), duduk di carport. Beliau duduk, melihat saya, dan menyampaikan 'coba kamu lihat ke dalam'. Kemudian saya masuk ke dalam," ujar Chuck.

Saat masuk ke dalam rumah dinas tersebut, kata Chuck, sudah ramai orang. Ia juga melihat sesosok laki-laki yang tergeletak di lantai rumah.

"Saya belum tahu (itu jenazah Yosua). Ada laki-laki tergeletak, terlentang, dengan arahnya saya hanya lihat dari pinggul ke kaki, Yang Mulia. Karena tertutup dengan tangga saat itu,” ucap Chuck.

Saat itu, Chuck mengungkapkan dirinya juga melihat Richard Eliezer atau Bharada E sedang ditanya oleh Kabag Gakkum Biro Provos Divpropam Polri Kombes Susanto Haris soal senjata api.

Chuck mengaku saat itu belum mengetahui situasi dan kondisi yang sebenarnya di lokasi. Ia mengaku tidak berani bertanya hal itu kepada Ferdy Sambo.

"Terus bagaimana kejadian yang menimpa korban (Brigadir J) tersebut, akhirnya tahu bagaimana?" tanya hakim.

Baca Juga: Terbata-Bata dan Nangis, Chuck Putranto 'Semprot' Ferdy Sambo: Bapak Tega kepada Saya

"Saya tidak berani bertanya ke Pak Ferdy Sambo. Saya sempat bertanya kepada Richard yang saat itu sedang ditanyai oleh Pak Kombes Santo. Namun, Richard tidak menjawab, hanya menjawab siap," ucap Chuck.

Load More