Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menjadi salah satu sosok calon presiden yang diusulkan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Indramayu.
Selain Ridwan Kamil, DPD PAN Indramayu juga mengusulkan nama Zulkifli Hasan, Airlangga Hartarto, Anies Baswedan dan Erick Thohir.
Kelima nama itu disulkan menjadi capres pada Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD PAN Indramayu di Aula Migasin, Gedung Klinik Akamigas Lantai 2 Jl. Soekarno Hatta Desa Pekandangan, Indramayu, Jawa Barat.
Ketua DPD PAN Indramayu, Dedi Aryanto mengatakan pihaknya terus melakukan rapat rutin agar aturan konstitusi terkait Pemilu 2024 mampu terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana kedepan, baik di tingkat pusat maupun daerah.
”Selain menuntaskan konsolidasi organisasi, khususnya di Indramayu, PAN juga serius menyusun berbagai instrumen yang berkenaan dengan pemilu. Sebagaimana instrumen pemilu nanti yang sangat banyak,” kata Dedi dikutip dari Jabarnews.com--jejaring Suara.com, Selasa (27/12/2022).
Sebelumnya Ridwan Kamil naik pitam saat ditanya akan gabung Parpol (Partai Politik) Golkar atau PAN baru-baru ini.
Untuk diketahui, Ridwan Kamil gabung parpol bulan ini (Desember). Informasi itu disampaikan RK kepada awak media.
Dugaan Ridwan Kamil marah karena ditanya kapan mengumumkan gabung Parpol, usai meninjau pembangunan Masjid Al Jabbar, Kota Bandung.
"Jangan banyak tanya, pasti dikabari," cetus RK, kepada wartawan belum lama ini.
Baca Juga: Rekam Jejak dan Prestasi Muhammad Ali yang Sah Jadi KSAL Gantikan Yudo Margono
Dugaan sementara, Ridwan Kamil saat ini sedang dilema untuk memilih Parpol Golkar dan PAN.
Pasalnya, kemungkinan besar RK akan bergabung dua partai besar tersebut. Apalagi, ia saat ini sudah bergabung menjadi keluarga Golkar yakni di organisasi sayap (Kosgoro).
Sedangkan, Ridwan Kamil juga mempunyai kedekatan khusus dengan Ketum PAN Zulkifli Hasan dan juga Wali Kota Bogor Bima Arya, yang merupakan ketua DPP PAN tersebut.
Sebelumnya, diduga demi mendapatkan tiket untuk maju di Pilpres 2024, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil gabung parpol bulan ini (Desember).
Sempat berhembus dugaan Kang Emil sapaan akrabnya akan gabung dengan partai berlambang pohon beringin yakni Golkar.
Tidak hanya itu, Ridwan Kamil juga sempat diisukan akan gabung dengan PAN. Informasi itu juga disampaikan kader PAN yakni Wali Kota Bogor Bima Arya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Arne Slot Lega Cedera Mohamed Salah Tak Parah, tapi Absen Lawan Manchester United
-
Ogah Gabung May Day Bareng Prabowo, KPA Ingatkan Masalah Buruh-Petani dan Nelayan Belum Rampung
-
'Tak Akan Ada Kerja Layak di Bumi yang Rusak', Suara Sarekat Hijau Indonesia di May Day 2026
-
Kabar Baik Usai Kecelakaan Bekasi! KAI: 99% Kereta Kembali On Time, 20 Ribu Tiket Tuntas Direfund
-
Jurus Pengelola Daycare Little Aresha Tutupi Kekejaman: Tutur Manis hingga Topeng Agamis
-
Manchester United Masih Kaji Opsi Pelatih, Michael Carrick Jadi Kandidat Terkuat
-
Maut Tak Kasatmata: Leher Terjerat Benang Misterius, Pemotor di Karawang Tewas Berlumur Darah
-
Aliansi GEBRAK Bongkar Fakta Kekerasan Agraria, DPR Diminta Tak Lagi Diam
-
Mason Greenwood Dianggap Terlalu Bagus untuk Marseille, Disarankan Hengkang
-
Hari Buruh dan Realita Pekerja Perempuan: Upah Stagnan, Kebutuhan Melonjak