- Seorang pengendara motor berinisial C tewas akibat luka jeratan benang di lehernya pada Kamis (30/4/2026) di Kecamatan Ciampel, Karawang.
- Warga menemukan korban dalam kondisi tidak sadarkan diri di atas sepeda motornya dan segera mengevakuasinya ke RSUD Karawang.
- Polres Karawang sedang melakukan olah TKP, memeriksa saksi, serta berkoordinasi dengan Tim Inafis guna mendalami penyebab pasti kejadian tersebut.
Suara.com - Polres Karawang tengah menyelidiki kasus kematian seorang pengendara sepeda motor yang diduga akibat terjerat benang di bagian leher.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi di Jalan Dusun Kedung Waringin, Desa Kutapohaci, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, pada Kamis (30/4/2026) sore.
Kasie Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan langkah-langkah awal penyelidikan setelah menerima laporan dari masyarakat.
"Setelah menerima laporan, petugas langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara)," kata Cep Wildan di Karawang, Jumat (1/5/2026).
Korban diketahui berinisial C, seorang buruh harian lepas yang merupakan warga Desa Mulyasejati, Kecamatan Ciampel.
Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini pertama kali diketahui saat korban ditemukan warga dalam kondisi tidak sadarkan diri di atas sepeda motornya dengan luka serius di bagian leher dan mengeluarkan banyak darah.
Saksi di lokasi kejadian, Budianto (54) dan Ramadhan (49), menyatakan sempat mendengar teriakan korban yang meminta pertolongan dan menyebut dirinya terkena benang.
Sementara itu, saksi Gugun Gunawan (36) yang pertama kali mendekati korban melihat darah sudah mengalir deras dari leher korban hingga membasahi pakaian.
Warga setempat bersama petugas dari Polsek Ciampel kemudian mengevakuasi korban ke RSUD Karawang. Namun, setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Baca Juga: Nyawa Murah di Balik Tembok Kos: Mengusut Tragedi PRT Loncat dari Lantai 4 di Jakarta
Hingga saat ini, pihak kepolisian telah melakukan olah TKP, berkoordinasi dengan Tim Inafis, dan memeriksa saksi-saksi untuk mendalami kasus ini.
Polisi masih membuka berbagai kemungkinan sembari mengumpulkan bukti-bukti di lapangan.
"Kami masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti dari peristiwa ini," pungkas Cep Wildan. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Ogah Gabung May Day Bareng Prabowo, KPA Ingatkan Masalah Buruh-Petani dan Nelayan Belum Rampung
-
Kabar Baik Usai Kecelakaan Bekasi! KAI: 99% Kereta Kembali On Time, 20 Ribu Tiket Tuntas Direfund
-
Aliansi GEBRAK Bongkar Fakta Kekerasan Agraria, DPR Diminta Tak Lagi Diam
-
Pecah Telur ke Jakarta di Usia 60 Tahun, Buruh Cilacap Ini Rela Antre Sembako di Tengah Aksi May Day
-
KPA Tolak May Day Fiesta, Soroti Masalah Buruh hingga Petani Belum Tuntas
-
Aksi May Day di Monas 'Banjir' Sembako dari Istana
-
Gus Lilur Bongkar Peta Kekuatan Muktamar NU, 400 Suara Mengerucut ke Satu Poros?
-
Imbas May Day di DPR, Pintu Keluar Tol Slipi Ditutup: Cek Rute Alternatif Tomang-Tanjung Duren
-
Cerita Ibu Buruh di May Day, Ajak Anak ke Tengah Aksi
-
Petani Kena Imbas UU Ciptaker, Aliansi GEBRAK: Tentara Sekarang Ikut Tanam Jagung!