- PT KAI mencatat 99,31 persen keberangkatan kereta jarak jauh tepat waktu dari stasiun asal pada Jumat, 1 Mei 2026.
- Performa kedatangan kereta mencapai 70,71 persen dengan sisa keterlambatan operasional rata-rata berada pada rentang waktu 20 hingga 30 menit.
- KAI telah menuntaskan pengembalian dana penuh bagi 20.750 tiket pelanggan yang terdampak insiden operasional di wilayah Bekasi Timur.
Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat pemulihan signifikan pada operasional Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) per Jumat (1/5/2026).
Hingga tengah hari, KAI melaporkan 99,31 persen perjalanan kereta berhasil diberangkatkan tepat waktu dari stasiun asal pasca-insiden yang terjadi di Bekasi Timur.
Dari total 144 perjalanan yang dijadwalkan, sebanyak 143 rangkaian kereta berhasil diberangkatkan sesuai jadwal.
KAI mencatat hanya satu perjalanan yang mengalami deviasi waktu keberangkatan dengan durasi keterlambatan 17 menit.
Sementara itu, untuk aspek kedatangan, performa ketepatan waktu tercatat mencapai 70,71 persen dari 140 perjalanan. Mayoritas keterlambatan yang masih tersisa berada pada rentang waktu 20 hingga 30 menit.
“Kami terus memastikan pengaturan operasional dilakukan secara terukur dengan mengutamakan keselamatan, sehingga layanan dapat kembali sepenuhnya normal,” ujar Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, dalam keterangan tertulisnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pelanggan yang terdampak gangguan, KAI juga menuntaskan proses pengembalian dana (refund) tiket secara penuh (100 persen).
Hingga Jumat pagi, sebanyak 20.750 tiket KA Jarak Jauh telah selesai diproses pengembaliannya.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan hak perlindungan konsumen tetap terpenuhi di tengah proses normalisasi layanan yang dilakukan secara bertahap.
Baca Juga: Ibu 63 Tahun Jalani Operasi Limpa Akibat Kecelakaan KA Bekasi
“KAI terus menjaga konsistensi layanan dan memastikan perjalanan kereta api dapat kembali berjalan optimal seiring proses pemulihan yang berlangsung,” pungkas Anne.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG
-
Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN
-
Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG
-
Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG
-
BGN Akui Motor Listrik Masih Menumpuk, Semua Aset Era Dadan Hindayana Akan Dimaksimalkan
-
Cek Langsung Penerima BSPS di Jakbar, Mendagri Dorong Pemda Perluas Dukungan Bedah Rumah lewat APBD
-
Prabowo Terima Utusan Qatar, Kerja Sama Investasi dan Pembangunan Jadi Fokus Pembahasan
-
Siapa Perwakilan Mahasiswa Demo yang Temui Gibran Hari Ini
-
Anggaran MBG 2027 Tembus Rp270 Triliun, Masih Pakai Dana Pendidikan dan Kesehatan
-
Tak Lagi Flat Rp6 Juta, BGN Ubah Aturan Insentif SPPG, Begini Skemanya