Sosok pejabat pajak Rafael Alun Trisambodo kekinian tengah jadi sorotan publik. Hal ini buntut dari penganiayaan yang dilakukan sang anak, Mario Dandy Satrio, terhadap putra pengurus pusat GP Ansor, David (17).
Penganiayaan tersebut dilakukan di kawasan rumah rekan korban berinisial R di Komplek Grand Permata, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Senin (20/2/2023) lalu.
Saat melakukan penganiayaan, Mario Dandy datang menunggangi mobil Jeep Wrangler Rubicon warna hitam bersama tiga rekannya.
Dipantau dari situs Samsat PKB Jakarta, mobil yang dikemudikan Mario Dandy merupakan Jeep Wrangler lansiran 2013 dengan kapasitas mesin 3.600 cc V6.
Mesin tersebut mampu melepas tenaga maksimum 258 hp pada 6.400 rpm dengan torsi maksimum 353 Nm di 4.800 rpm.
Tenaga dan torsi itu disalurkan ke semua roda melalui transmisi otomatis lima percepatan.
Mobil Jepp Rubicon 2013 milik Mario Dandy di pasaran memiliki harga jual kisaran Rp 800 jutaan. Sedangkan harga barunya mencapai Rp 1,73 miliar.
Polisi mengungkapkan Rubicon yang ditunggangi Mario Dandy yang turut menjadi salah satu barang bukti dalam perkara penganiayaan ini, memakai pelat nomor palsu.
Saat peristiwa berlangsung, mobil tersebut memakai pelat nomor B 120 DEN. Sedangkan aslinya adalah B 2571 PBP.
Baca Juga: Mahfud MD Sebut Pejabat Pajak Rafael Alun Harus Diperiksa Buntut Gaya Hedonis Mario Dandy
Dikutip dari laman Samsat Jakarta, pajak tahunan mobil Rubicon Mario Dandy mencapai Rp 6.678.000.
Sedangkan, status mobil ini tertulis "Masa Pajak Habis", jatuh tempo pajak yakni pada 4 Februari 2023. Sedangkan masa berlaku STNK hingga 4 Februari 2026.
Proses Hukum
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menilai kasus penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy terhadap anak dari pengurus pusat GP Ansor, harus diproses hukum.
"Penganiayaan yang dilakukan oleh anak pejabat ini harus diproses hukum," kata Mahfud dikutip dari akun Twitter-nya, Jumat (24/2/2023).
Mahfud juga berpandangan pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kemenkeu Rafael Alun Trisambodo harus diperiksa.
Hal ini buntut dari gaya hidup hedonis anak dari Rafael Alun, Mario Dandy Satrio yang kerap pamer kekayaan di media sosial.
"Secara hukum administrasi, pejabat yang punya anak dalam tanggungan hedonis dan berfoya-foya harus diperiksa," ujar Mahfud.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci