/
Senin, 13 Maret 2023 | 18:08 WIB
Plt Ketum PPP Muhamad Mardiono dan Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra (tengah) di kantor DPP PPP, Jakarta, Senin (13/3/2023). ([ANTARA])

Plt Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono mengatakan secara garis besar pertemuannya dengan Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra untuk mendiskusikan kondisi perpolitikan nasional. 

Khususnya jelang Pemilu 2024 yang hanya kurang dari satu tahun lagi untuk digelar.

Di samping itu, Mardiono mengatakan pertemuannya dengan Yusril membahas tentang para tokoh-tokoh yang akan diusung sebagai capres.

"Menggodok para tokoh-tokoh bangsa kita untuk kita angkat ke permukaan untuk kita persembahkan kepada rakyat Indonesia dan juga dipilih di pemilu," jelasnya di kantor DPP PPP, Jakarta, Senin (13/3/2023).

Mardiono menyebut pertemuannya dengan Yusril ini sekaligus nostalgia pula sebagai sahabat lama yang sudah dimulai sejak tahun 1990-an. 

Termasuk, ketika Yusril menjadi narasumber dalam sebuah organisasi forum studi Al-Quran di Cilegon, Banten, yang didirikannya.

Selain itu, Mardiono menyebut Yusril juga sempat ikut mengkampanyekan PPP pada waktu lampau sehingga ikut menjadi bagian penopang dari eksistensi partainya yang kini sudah berusia 51 tahun.

"Kita bernostalgia pertemuan itu sebagai seorang sahabat yang sekarang menjadi masing-masing ketua umum partai politik," ucapnya.

Sebelumnya, Yusril mengatakan pertemuan dengan Mardiono membahas soal koalisi ke depan hingga sosok capres pada Pilpres 2024.

Baca Juga: Sambangi Kantor PPP, Ketum PBB Bahas Koalisi hingga Capres

"Tadi PPP dan PBB sama-sama akan mendiskusikan sebenarnya siapa yang akan dicalonkan, siapa yang akan didukung, bagaimana koalisi ke depan dengan melihat perkembangan politik yang mutakhir," kata Yusril di Kantor DPP PPP, Jakarta, Senin (13/3/2023).

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam itu tampak hadir pula Ketua DPP PPP Achmad Baidowi, Sekjen PPP Muhamad Arwani Thomafi, Wakil Ketua Umum (Waketum) PBB Dwianto Ananias, hingga Sekjen PBB Afriansyah Noor.

Load More